Dua klub Korea Selatan, Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves menggelar sesi latihan di Bali United Training Center yang terletak di Gianyar, sejak Januari hingga awal Februari. Mereka memuji fasilitas yang tersedia di sana.
Pohang Steelers merupakan tim yang bermain di divisi K-League 1. Sementara, Jeonbuk Reserves kini mentas di divisi ketiga Liga Korea Selatan.
Pelatih kepala Pohang Steelers, Tae-ha Park, melontarkan pujian kepada fasilitas-fasilitas yang tersedia di sana. Ia senang berkesempatan berlatih di lahan yang hampir 31 hektar dengan tersedianya 9 lapangan berstandar internasional.
“Selama ini banyak pengalaman untuk training camp di sini (Bali United Training Center). Sebelumnya, tidak pernah melihat tempat dengan kualitas sebagus ini karena lapangan penunjang yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada owner dan manajemen Bali United atas kesempatan kami boleh berlatih di sini,” kata Coach Tae-ha, dikutip dari laman resmi Bali United.
“Kami sebelum melakukan latihan di sini telah melakukan sejumlah inspeksi di beberapa negara yaitu Thailand, Vietnam dan juga Indonesia. Setelah melihat dan membandingkan kami memutuskan untuk berlatih di Indonesia dan berpeluang di tahun-tahun berikutnya akan memprioritaskan Bali United Training Center sebagai tujuan untuk kami melakukan pemusatan latihan,” lanjutnya.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menilai bahwa ini merupakan suatu hal positif untuk sport tourism di Indonesia. Bali United Training Center dinilai merupakan sesuatu yang ideal untuk mengawinkan dua faktor itu, sport dan tourism. Karena, Bali memiliki keindahan alam dan merupakan destinasi wisata.
“Jika kita bicara mengenai sport tourism, Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa. Selama ini kita dikenal dengan kekayaan alam sebagai objek wisata, padahal kondisi alam tersebut juga bisa kita jadikan arena olahraga," kata Erick Thohir dalam pernyataan resminya.
"Ditambah lagi dengan fasilitas penunjang yang kita punya, seperti tempat pemusatan latihan, stadion dan lapangan sepak bola berkualitas, serta rumah sakit untuk tempat perawatan atlet. Dan ada satu faktor lagi yang membuat kita berpotensi mengawinkan sport dan tourism, yaitu kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Mengadakan pertandingan di sini, berarti akan kebanjiran penonton,” lanjutnya.




