Pantau - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional pada Jumat 13 Februari 2026 melepas ekspor 250.000 unit obat pereda nyeri merek Tylenol produksi PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) ke Korea Selatan dengan nilai Rp2,4 miliar.
Artikel berjudul Kemendag: RI ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel dimuat pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 10.03 WIB dengan waktu baca dua menit.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyampaikan ekspor obat-obatan ke Korea Selatan menunjukkan daya saing industri dalam negeri yang semakin kokoh.
“Ekspor produk farmasi seperti ini menjadi bukti nyata kemampuan produksi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.
Ia berharap perusahaan terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan kapasitas produksi di Indonesia serta mendorong adanya transfer pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk farmasi nasional.
Dukung Hilirisasi dan Fasilitas Kawasan BerikatPemerintah mendorong penguatan kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha guna memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok global sejalan dengan agenda hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah.
Pelepasan ekspor tersebut menjadi momentum strategis setelah perusahaan memperoleh fasilitas kawasan berikat dari Direktorat Jenderal Bea Cukai pada 16 Desember 2025.
Fasilitas kawasan berikat memberikan kemudahan fiskal serta mendukung kelancaran produksi dan ekspor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing produk.
Kinerja Ekspor Farmasi Tumbuh PositifBadan Pusat Statistik mencatat kinerja ekspor farmasi Indonesia selama 2021-2025 tumbuh positif sebesar 7,63 persen.
Pada 2025 Korea Selatan menjadi tujuan ekspor farmasi Indonesia terbesar ketiga dengan nilai 75,46 juta dolar AS atau berkontribusi 10,24 persen terhadap total ekspor farmasi nasional.
Secara global permintaan produk farmasi periode 2020-2024 tumbuh 11,02 persen dengan pendapatan industri mencapai 1,16 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,53 triliun dolar AS pada 2030 dengan compound annual growth rate sebesar 4,74 persen.




