Garut sendiri memiliki luas wilayah sekitar 306.519 hektare (data Pemprov Jabar), sehingga sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Keberadaan Eptilu menjadi contoh nyata bagaimana potensi pertanian daerah dapat dikembangkan menjadi pusat inovasi sekaligus destinasi wisata.
Pendiri Visioner dan BerprestasiTokoh di balik berkembangnya Eptilu adalah Rizal Fahreza, seorang petani milenial nasional sekaligus alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 2009. Ia dikenal aktif mempromosikan pertanian modern dan sering mendapatkan penghargaan sebagai inovator pertanian muda.
Rizal memulai Eptilu sebagai kebun edukasi sederhana. Namun seiring waktu, ia mengembangkan konsep pertanian terintegrasi berbasis teknologi (smart farming) yang memungkinkan pengelolaan lahan dilakukan dengan sistem kontrol digital. Ia juga memberikan pendampingan gratis bagi masyarakat sekitar agar petani lokal mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan.
Penerapan Teknologi Pertanian ModernEptilu bukan sekadar kebun wisata, tetapi juga laboratorium pertanian modern. Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain:
- Smart farming system: pengaturan irigasi, nutrisi, dan kondisi tanaman melalui teknologi sensor dan aplikasi.
- Greenhouse rekayasa iklim: memungkinkan produksi tanaman hortikultura sepanjang tahun tanpa terganggu cuaca.
- Nursery pembibitan unggul: khususnya untuk cabai dan varietas jeruk unggulan dari berbagai daerah.
- Pengolahan pascapanen: tersedia fasilitas produksi olahan pertanian seperti makanan berbahan jeruk.
Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kualitas hasil pertanian sehingga lebih kompetitif di pasar.
“Peran mitra sangat penting salah satu mitra kami adalah Bank Indonesia yang memberikan dukungan investasi sarana dengan teknologi tinggi hampir setara dengan negara yang memiliki pertanian dengan teknologi yang sudah maju,” jelas Rizal Fahreza kepada media BAnk Indonesia Jatim saat berkunjung, Jumat (13/2).
Konsep Agrowisata Edukatif4
Daya tarik utama Eptilu adalah pengalaman langsung bagi pengunjung untuk belajar pertanian:
- Petik jeruk langsung di kebun – wisatawan memilih buah matang dan memetik sendiri.
- Panen sayur – tersedia kebun tomat dan cabai yang bisa dipanen.
- Edukasi budidaya – belajar cara menanam, merawat, memupuk, dan memanen tanaman.
- Produk olahan jeruk – seperti pie susu jeruk dan dodol susu.
- Kuliner tradisional Sunda – termasuk nasi liwet lengkap dengan lalapan segar dari kebun.
Program edukasi ini sering menjadi tujuan field trip sekolah karena memberikan pembelajaran nyata tentang asal makanan dan proses produksi pertanian.
Manfaat bagi Petani LokalModel bisnis Eptilu memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar:
- Transfer teknologi → petani belajar teknik modern untuk meningkatkan hasil.
- Pendampingan gratis → pelatihan budidaya dan manajemen usaha tani.
- Akses pasar → Eptilu membantu pemasaran produk pertanian petani.
- Kolaborasi Closed Loop → kerja sama lintas daerah untuk stabilitas pasokan dan harga pangan.
- Pengendalian inflasi daerah → Eptilu pernah dilibatkan dalam program kerja sama antar daerah antara DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Pendekatan ini menjadikan Eptilu bukan hanya bisnis wisata, tetapi juga pusat pemberdayaan pertanian regional.
Wisata Alam dengan Nilai Ekonomi TinggiBerlokasi dekat jalur pendakian Gunung Cikuray (2.821 mdpl), kawasan Eptilu memiliki udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam indah. Faktor ini meningkatkan nilai wisata sekaligus ekonomi:
- Menarik wisatawan keluarga dan fotografer
- Digunakan untuk acara outdoor seperti pernikahan
- Menjadi tempat rekreasi sekaligus edukasi
- Meningkatkan pendapatan desa melalui sektor pariwisata
Dengan tiket masuk sekitar Rp50.000, pengunjung sudah mendapatkan pengalaman wisata, edukasi, dan aktivitas panen.
Dampak Sosial dan LingkunganKonsep pertanian berkelanjutan yang diterapkan Eptilu memberi manfaat jangka panjang:
- Mengurangi penggunaan bahan kimia berlebih
- Mendorong pertanian ramah lingkungan
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan sehat
- Menginspirasi generasi muda untuk tertarik ke sektor pertanian
Eptilu Farm merupakan contoh sukses integrasi teknologi pertanian modern, agrowisata, dan pemberdayaan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Rizal Fahreza, kawasan ini berkembang dari kebun edukasi menjadi pusat inovasi pertanian sekaligus destinasi wisata unggulan di Garut.
Model seperti ini menunjukkan bahwa pertanian masa depan bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga:
- edukasi publik,
- inovasi teknologi,
- pariwisata berkelanjutan,
- dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan konsep tersebut, Eptilu tidak hanya menanam jeruk—tetapi juga menanam inspirasi bagi transformasi pertanian Indonesia.





