AS Bahas Rantai Pasok Mineral Kritis Tanpa Libatkan China Bersama Jepang dan Uni Eropa

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala perdagangan Amerika Serikat menggelar pertemuan tingkat menteri mengenai rantai pasok mineral kritis bersama Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, dan sejumlah negara berpandangan serupa tanpa melibatkan China pada Jumat 13 Februari 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Washington mengurangi ketergantungan berlebihan pada China terkait bahan penting bagi teknologi industri modern.

Menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, para peserta membahas langkah ke depan terkait potensi kesepakatan perdagangan mineral kritis.

Melalui unggahan di platform X, kantor tersebut menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump “berharap dapat membangun momentum untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok mineral kritis”.

Libatkan Sekutu dan Negara Berpandangan Serupa

Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa mengikuti pertemuan daring dari Washington bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelum mengakhiri kunjungan tiga harinya ke Amerika Serikat.

Pembicaraan tersebut juga dihadiri perwakilan dari Uni Eropa serta 11 negara lain termasuk Australia, Prancis, Jerman, India, dan Meksiko.

Pemerintah Jepang menyebut diskusi berlangsung dinamis mengenai cara bekerja sama membangun rantai pasok mineral kritis yang tangguh.

Sejak awal tahun, Amerika Serikat telah menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi terkait mineral kritis.

Pada awal Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri yang dihadiri 55 mitra dari berbagai kawasan dunia tanpa mengundang China.

Upaya Kurangi Ketergantungan pada China

China diketahui menambang sekitar 70 persen dan memurnikan sekitar 90 persen unsur tanah jarang dunia yang menjadi komponen penting berbagai produk teknologi.

Dalam forum tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance mengajak sekutu dan negara berpandangan serupa membentuk zona perdagangan preferensial bagi mineral kritis guna melindungi dari potensi gangguan rantai pasok di masa depan.

Peningkatan upaya tersebut berlangsung di tengah rencana Presiden Trump melakukan kunjungan ke China pada April untuk bertemu Presiden Xi Jinping dengan isu perdagangan bahan industri penting diperkirakan menjadi salah satu agenda utama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Pramono Larang Ormas Sweeping Warung Makan Selama Ramadhan
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kepala BSKDN tegaskan pentingnya perlindungan karya daerah
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pemotor Siswi SMA di Tangerang Tewas Terlindas Truk gegara Jalan Berlubang
• 20 jam laludetik.com
thumb
Dari Jeans Bekas ke Pameran Nasional, Begini Perjalanan Erna Merajut Asa Bersama PNM Mekaar
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.