Prestasi ini makin istimewa karena menjadi medali emas kedua berturut-turut bagi Zaskia di ajang WKF Youth League. Pada edisi sebelumnya, Keong juga meraih emas pada kelas Kata Perorangan Putri Kadet, menegaskan konsistensinya sebagai salah satu karateka muda terbaik Indonesia di tingkat dunia.
Keberhasilan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Ketua Umum I Agus Widjayanto dan Wakil Ketua Umum IV Ricky Muchtar, yang turut mengalungkan medali di podium kepada atlet asal Provinsi Gorontalo tersebut. Hadi Tjahjanto mengapresiasi capaian tersebut dan menilai prestasi Zaskia sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet usia muda di Indonesia.
“Prestasi Zaskia ini sangat membanggakan dan menunjukkan pembinaan karate usia muda di Indonesia berada di jalur yang tepat. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, perguruan, serta seluruh stakeholder karate di Tanah Air,” ujar Hadi dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Dia juga menegaskan komitmen PB Forki dalam mendorong prestasi internasional melalui penyelenggaraan kejuaraan besar di dalam negeri.
“Kami juga bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senior di Nusa Dua, Provinsi Bali, pada 17-21 Juni 2026. Ini momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di peta karate Asia dan dunia,” tambahnya. Baca juga: Bank Jakarta Sponsori Pelita Jaya Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV PB Forki, Ricky Muchtar menilai prestasi tersebut memiliki makna strategis bagi pembinaan karate nasional, mengingat ajang WKF Youth League merupakan salah satu kompetisi usia muda paling bergengsi di dunia. Ia menekankan ketatnya persaingan di Fujairah sebagai tolok ukur kualitas atlet dan sistem pembinaan global.
“Ajang WKF Youth League Fujairah 2026 ini diikuti oleh 93 negara dengan total 2.305 peserta, sehingga level kompetisinya sangat tinggi dan menjadi tolok ukur kualitas pembinaan karate dunia. Prestasi Zaskia meraih medali emas di tengah persaingan seketat ini menunjukkan pembinaan karate usia muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global,” ujarnya.
Di arena pertandingan, Zaskia tampil dominan sejak babak awal dengan mengalahkan atlet Rusia (5-0), Mesir (5-0), Iran (5-0), Belgia (4-1), Portugal (4-1), hingga menutup final dengan kemenangan atas atlet Austria (4-1). Hingga hari pertama kompetisi, Zaskia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali.
Indonesia menurunkan sejumlah atlet muda melalui Tim Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) dan Tim OSH DOJO. Beberapa atlet telah menunjukkan performa terbaik di nomor kata, sementara empat atlet lainnya masih akan berlaga di nomor kumite pada hari kedua pertandingan.
Prestasi Zaskia menjadi bukti konkret hasil pembinaan jangka panjang PB Inkanas bersama perguruan dan dojo di Indonesia. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi atlet muda lainnya untuk menembus panggung dunia.
Di tengah persaingan global yang makin ketat, Zaskia Putri Salurante hadir sebagai simbol generasi baru karate Indonesia, disiplin, konsisten, dan bermental juara. Dari Fujairah, prestasi ini bukan sekadar medali, tetapi juga penegasan bahwa masa depan karate Indonesia sedang bersinar terang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





