JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Acara tersebut diselenggarakan untuk mengomunikasikan arah kebijakan ekonomi dan langkah-langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Indonesia sebagai satu kesatuan besar. Yang besar dan kuat harus merangkul, yang menengah dan kecil harus diperkuat, yang maju harus menarik yang tertinggal. Kita terbuka terhadap investasi dari manapun, karena kita percaya pada kekuatan kerja sama dan kepercayaan global. Kita bukan hanya raksasa yang tertidur — kita harus bangkit menjadi raksasa yang berdiri tegak, membangun kehidupan yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya,” tegas Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya.
BACA JUGA:Tanah Bergerak di Tegal, Menteri PU Siapkan 900-1.000 Huntara Bagi Warga Terdampak
BACA JUGA:Minimalisir TPPO, Imigrasi Bandara Soetta Perketat Penumpang Umrah Jelang Ramadan 2026
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melaporkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah berbagai tantangan global.
Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada tahun 2025 dengan kuartal keempat mencapai 5,39% — tertinggi kedua di G20 setelah India, sementara pertumbuhan global masih stagnan di sekitar 3%.
Pertumbuhan tersebut diiringi perbaikan indikator sosial yang signifikan, yakni tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25%, Rasio Gini membaik ke 0,363, dan pengangguran terbuka turun menjadi 4,74% dengan serapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta orang.
Dengan pijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2026 ditargetkan sebesar 5,4% dengan potensi hingga 5,6%, sesuai tema RKP 2026:
“Kedaulatan Pangan, Energi, dan Transformasi Ekonomi menuju Indonesia Maju”.
BACA JUGA:Bahlil: Pemerintah Komitmen Jaga Ketersediaan Energi untuk Generasi Anak Cucu
BACA JUGA:Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara Plus Denda Rp5 M!
Pemerintah mempercepat tiga program prioritas Presiden sebagai source of growth sekaligus penyerap tenaga kerja, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah.
“Selain intervensi pemenuhan gizi, ekonomi masyarakat juga bergerak karena dana yang diturunkan langsung ke bawah. Produktivitas wilayah meningkat, pengangguran terbuka bisa ditekan, dan seluruh mitra yang terlibat mendapatkan insentif. Perputaran ekonomi pun terjadi lebih cepat,” jelas Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Program MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat dengan belanja harian Rp900 miliar melalui 23.222 SPPG di 38 provinsi.
- 1
- 2
- 3
- »




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503010/original/010934500_1771069064-IMG_6976.jpeg)
