Bisnis.com, JAKARTA — PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) mengumumkan telah menyelesaikan uji produksi awal sumur Gemah-81, Blok Jabung, Provinsi Jambi dengan hasil yang baik.
Tak hanya itu, sumur pengembangan yang telah menyelesaikan uji produksi pada 11 Februari 2026 tersebut juga mencatatkan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan dengan estimasi awal proyek.
Keberhasilan pengeboran dan uji produksi awal sumur Gemah-81 tersebut menjadi kontribusi nyata sektor hulu migas dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut, kegiatan pengeboran pengembangan Sumur Gemah-81 dapat diselesaikan dengan hasil yang sangat baik.
Berdasarkan hasil well test dan analisa yang telah diselesaikan, sumur tersebut mampu memproduksi gas sebesar 4,8 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) serta kondensat sekitar 400 barel per hari (bph).
“Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi upaya peningkatan produksi migas nasional,” kata Djoko dikutip Sabtu (14/2/2026).
Sebagai gambaran, dalam keterangannya PetroChina memaparkan bahwa sumur Gemah-81 dirancang dengan tiga target reservoir, dengan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD).
Hasil pengujian menunjukkan performa produksi yang kuat. Sumur menghasilkan laju alir gas sebesar 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 400 barel per hari.
“Capaian ini memperlihatkan potensi reservoir yang solid dan menambah pasokan energi domestik di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat.”
Adapun, gas dan kondensat dari sumur tersebut direncanakan segera dialirkan ke fasilitas produksi existing Gemah Station dalam waktu sekitar dua pekan melalui pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter.
Integrasi cepat ke infrastruktur yang sudah tersedia memungkinkan percepatan monetisasi produksi sekaligus mendukung kesinambungan suplai energi tanpa pembangunan fasilitas besar tambahan.
Selain keberhasilan teknis, proyek ini juga menonjol dari sisi efisiensi operasional. PetroChina menyebut, kegiatan pengeboran berlangsung aman tanpa insiden keselamatan kerja dengan realisasi biaya sekitar US$5,32 juta atau setara dengan 85% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas.
Disiplin biaya tersebut mencerminkan optimalisasi desain pengeboran, perencanaan matang, dan koordinasi operasional yang efektif. Efisiensi dan kinerja produksi Gemah-81 dinilai selaras dengan agenda nasional untuk meningkatkan produksi migas domestik sebagai fondasi ketahanan energi.
Dalam konteks transisi energi, gas bumi tetap memegang peran strategis sebagai sumber energi yang andal dan relatif lebih bersih, sehingga pengembangan lapangan gas menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan energi Indonesia.
Keberhasilan ini juga menjadi pijakan bagi program pengeboran lanjutan. Dalam waktu dekat, PetroChina akan melanjutkan pengeboran dua sumur tambahan yaitu Gemah-85 dan NEB-85 ST guna menjaga momentum peningkatan produksi.
Dengan kombinasi performa teknis yang kuat, standar keselamatan yang terjaga, serta efisiensi biaya, sumur Gemah-81 menjadi contoh operasi hulu migas yang dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan energi nasional.
Capaian ini memperkuat optimisme bahwa pengelolaan sumber daya domestik yang efektif dapat menjadi pilar penting bagi kemandirian energi Indonesia di masa depan.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502830/original/004712000_1771046004-cdbf2099-fc06-4601-b1e7-b75ac6f45cb1.jpg)