Jakarta, tvOnenews.com - Insiden penerbangan kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video viral yang memperlihatkan seorang penumpang meluapkan kemarahan di dalam pesawat Super Air Jet. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan tujuan Denpasar, Bali, pada Kamis (12/2/2026), setelah pesawat dilaporkan mengalami keterlambatan hampir lima jam.
Sorotan tajam muncul bukan hanya karena lamanya delay, tetapi juga karena muncul narasi bahwa seorang anak sempat tertinggal akibat situasi yang tidak kondusif selama proses keberangkatan. Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Jumat (13/2/2026) dan langsung memicu ribuan komentar warganet.Berdasarkan informasi yang beredar, pesawat dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WITA. Namun hingga sore hari, pesawat tak kunjung mengudara. Keberangkatan baru terealisasi mendekati pukul 18.00 WITA.
Selama hampir lima jam penantian, penumpang mengaku tidak memperoleh penjelasan rinci terkait penyebab keterlambatan. Tidak ada keterangan pasti apakah delay disebabkan faktor teknis, rotasi pesawat, atau kendala operasional lainnya.
“Kami menunggu hampir 5 jam. Tidak ada penjelasan pasti kenapa delay. Apakah karena cuaca, teknis, atau alasan lain. Kami hanya diminta menunggu,” ujar seorang pria dalam video yang viral di media sosial tersebut.
Nada bicaranya terdengar tinggi. Ia menyampaikan protes langsung kepada kru kabin yang berada di dalam pesawat.
Suasana Memanas di Dalam KabinKetegangan meningkat saat sebagian penumpang menilai komunikasi dari pihak maskapai kurang transparan. Dalam rekaman video, pria tersebut terlihat membawa istri dan anaknya yang masih balita.
Ia menyebut kondisi di dalam kabin semakin tidak nyaman karena lamanya waktu tunggu. Anak balitanya disebut kepanasan dan rewel akibat situasi yang berlarut-larut.
“Mas jangan mondar-mandir, ini ada ratusan orang di sini, kasih informasi, berikan kepastian. Lihat anak saya masih kecil, kepanasan. Kalau tidak bisa berangkat, beri kami pesawat lain, tolong jangan diam saja,” tegasnya.
Pernyataan itu memantik perhatian publik karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan penumpang, terutama anak kecil yang rentan dalam kondisi kabin yang tertutup dan penuh.




