Perluas Akses Pembiayaan, BRI Penyalur KPP Tertinggi Setara 49 Persen Nasional

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

BRI bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) menggelar acara bertajuk Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Sumedang, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung program 3 juta rumah dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut Riko Tasmaya selaku Direktur Corporate Banking BRI, dukungan BRI ini didasari oleh angka backlog—selisih antara kebutuhan rumah dengan ketersediaan rumah—dari kepemilikan perumahan di Indonesia masih menjadi perhatian bersama, terlebih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Total backlog itu mencapai sekitar 32,3 juta unit.

“Menyadari tantangan ini, BRI sebagai Bank Rakyat Indonesia, kami mengambil peran aktif sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional melalui perluasan akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan. Di antaranya melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan juga Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Mekaar,” jelas Riko dalam pidatonya.

Dari program KPP, BRI mampu menyerap kuota KPP sebesar Rp 2,18 triliun yang diberikan kepada 16.517 debitur dengan penyaluran sebesar Rp 8 triliun di 2026, mencapai sekitar 27,25 persen. Capaian ini, jelas Riko, menempatkan BRI sebagai bank dengan penyalur KPP tertinggi yang setara dengan kontribusi 49 persen dari total penyaluran nasional.

“Sampai hari ini, untuk KPP perumahan kita akan close 217 akad dengan nilai mencapai Rp 100 miliar 242 juta. Semoga ini akan memberikan kontribusi yang nyata untuk rakyat Indonesia dari kolaborasi ini,” imbuhnya.

Sementara itu, program FLPP juga menunjukkan capaian tinggi. Kuota FLPP yang ditingkatkan dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100 persen. Hingga Februari 2025, tutur Riko, BRI telah berhasil menyalurkan sebanyak 3.174 unit rumah.

“Capaian ini menjadikan BRI menjadi salah satu bank sebagai penyalur FLPP tertinggi di antara bank lainnya,” ujar Riko.

Selain memperluas akses pembiayaan perumahan, BRI juga memberdayakan masyarakat, terlebih pada kelompok ibu-ibu prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Menggandeng PNM, BRI mendukung para ibu untuk terus berdaya lewat layanan pembiayaan kelompok melalui program PNM Mekaar. Dalam acara ini, BRI mengumumkan pemangkasan suku bunga PNM Mekaar hingga 5 persen.

Menteri PKP Maruarar Sirait yang hadir dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada BRI atas dukungannya memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah, sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang, karena dia menginginkan setiap kebijakan benar-benar berbuah baik bagi rakyat. Terlebih, penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat. Dengan bunga yang lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang,” ujar Maruarar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Puting Beliung Terjang Kawasan Pakansari Bogor
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Pasangan Zodiak yang Ambisius Jika Bersatu
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, 5 Ribu Lebih Personel TNI Disiapkan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
AS kerahkan kapal induk kedua menuju Timur Tengah
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Atasi Masalah Sampah di Tangsel, Pemerintah Dorong Kesadaran Warga Jaga Kebersihan
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.