Nama Arsitek Perjanjian Oslo Terseret Dokumen Kasus Jeffrey Epstein

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Oslo: Dokumen baru yang mengaitkan diplomat Norwegia Terje Rod-Larsen dengan terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein memicu pertanyaan mengenai integritas Perjanjian Olso.

Rod-Larsen dikenal sebagai salah satu arsitek utama Perjanjian Oslo yang disepakati antara Israel dan Palestina di tahun 1993.

Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat serta laporan media Norwegia menyebut adanya dugaan pinjaman ilegal, penyalahgunaan visa bagi perempuan yang menjadi korban perdagangan seks, serta klausul warisan bernilai jutaan dolar dalam surat wasiat Epstein. Laporan Al Jazeera menyebut temuan tersebut mengguncang komunitas diplomatik internasional.

Istri Rod-Larsen, Mona Juul, yang juga terlibat dalam perundingan Oslo, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak setelah izin keamanannya dicabut. Perkembangan ini semakin memperbesar sorotan terhadap rekam jejak diplomat tersebut.

Mengutip Anadolu Agency, Rod-Larsen diduga menggunakan posisinya sebagai presiden International Peace Institute di New York untuk membantu memperbaiki citra rekan Epstein.

Dokumen menunjukkan ia mengirim surat rekomendasi resmi kepada otoritas Amerika Serikat guna membantu perempuan muda asal Rusia memperoleh visa dengan klaim memiliki kemampuan luar biasa untuk riset, meski sebagian disebut tidak memiliki latar belakang akademik.

Salah satu korban mengatakan kepada media Norwegia bahwa ia percaya Epstein mengirimnya ke lembaga Rod-Larsen untuk memanipulasi dirinya. Dokumen juga mengungkap Epstein pernah meminjamkan 130.000 dolar AS kepada Rod-Larsen pada 2013 dan disebut meninggalkan warisan masing-masing 5 juta dolar AS untuk dua anaknya.

Skandal ini memicu kembali perdebatan mengenai Perjanjian Oslo dan prospek solusi dua negara. Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia tidak terkejut atas tuduhan tersebut dan menyebut Oslo sebagai “jebakan”.

Media Norwegia juga melaporkan sejumlah dokumen penting dari periode Januari hingga September 1993 tidak ditemukan dalam arsip Kementerian Luar Negeri Norwegia. Otoritas Norwegia, termasuk unit kejahatan ekonomi Okokrim, telah meluncurkan penyelidikan untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut serta dampaknya terhadap reputasi proses perdamaian Oslo. (Keysa Qanita)

Baca juga:  PM Norwegia Soroti Kasus Epstein sebagai Bukti Uang Bisa Beli Pengaruh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
VKTR Uji Coba Bus Listrik di Semarang untuk Dukung Transportasi Hijau
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Media Belanda Sentil Maarten Paes yang Kurang Terkenal Jelang Debutnya Bersama Ajax Amsterdam, Sindir CV Kurang Mengesankan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Target Ekonomi 2026 Tembus 6%, Prabowo-Purbaya Optimistis
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Cuma Mainan, Honda Genio Bikin Geger Jakarta Toys & Comics Fair 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Pertamina Siapkan Strategi Swasembada Energi-Penguatan Ekonomi Rakyat
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.