Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan donor darah yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur (Jatim) dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 serta HUT ke-80 PWI, Sabtu (14/2/2026).
Dalam kegiatan donor yang digelar di kantor PWI Jatim Jalan Taman Apsari Surabaya itu, para pendonor datang dari berbagai kalangan, mulai dari Polisi, TNI, hingga masyarakat umum.
Agus, salah satu pendonor mengaku mengikuti donor darah setelah mendapatkan informasi terkait kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi tenaga kesehatan maupun pasien yang membutuhkan.
“Bermanfaat bagi penggunaannya nanti untuk kedepannya yang membutuhkan,” kata Agus kepada suarasurabaya.net, Sabtu (14/2/2026).
Suasana kegiatan donor darah di PWI Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.netSementara terkait banyaknya jumlah pendonor, Lutfil Hakim Ketua PWI Jatim, mengaku kalau peserta yang mendaftarkan diri ternyata melebihi target. “Alhamdulillah ini di atas ekspektasi jumlahnya itu
Menurut Ketua PWI Jatim itu, donor darah merupakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama dan perlu terus digalakkan di tengah masyarakat.
“Donor darah itu adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh setiap warga negara yang sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lutfil juga berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tapi juga sarana untuk mengajak para wartawan khususnya kembali menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai jurnalis, sekaligus terus memperbaiki kualitas diri.
Selain itu, para wartawan juga diharapkan ikut mengawal kegiatan ini agar masyarakat memahami pentingnya donor darah dan terdorong untuk ikut berpartisipasi.
“Karena ini terkait dengan kegiatan sosial, perlu juga saya kira mengawal bagaimana kegiatan sehari-hari Palang Merah Indonesia, bagaimana kegiatan sehari-hari kebutuhan darah di rumah sakit dan suplainya seperti apa,” katanya.
Dalam memperingati HPN 2026, PWI Jatim tak hanya menggelar kegiatan donor darah, tetapi juga sejumlah kegiatan amal dan sosial lainnya.
“Di rangkaiannya memang ada kegiatan kajian, ada kegiatan sosial, ada kegiatan awarding, kegiatan sosialnya itu ada bantuan-bantuan dan salah satunya juga ada donor darah,” pungkasnya.(ily/bil/iss)




