Milan, VIVA – Duel Inter Milan melawan Juventus kembali tersaji malam ini dalam lanjutan Serie A. Laga yang digelar di Giuseppe Meazza tersebut kembali menyandang label Derby d Italia, sebuah istilah yang kerap menimbulkan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola.
Tak sedikit yang menilai duel ini sudah tak layak lagi disebut Derby d’Italia, terutama setelah Juventus sempat terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli pada 2006. Namun, anggapan tersebut sejatinya keliru dan tidak sesuai dengan makna asli istilah Derby d’Italia.
Asal-usul Istilah Derby d’Italia
Istilah Derby d’Italia pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis legendaris Italia, Gianni Brera, pada tahun 1967. Saat itu, Brera menyematkan istilah tersebut bukan karena faktor degradasi, jumlah gelar, atau status dua klub tersukses.
Sebutan Derby d’Italia lahir murni dari persaingan sengit dan atmosfer panas yang selalu menyelimuti duel Inter Milan kontra Juventus. Intensitas laga kedua tim kala itu dinilai setara dengan derby lokal, meski keduanya berasal dari kota yang berbeda.
- AP Photo/Luca Bruno
Dengan kata lain, istilah Derby d’Italia lebih menekankan emosi, rivalitas, dan tensi pertandingan, bukan prestasi semata.
Bukan Soal Tim Tersukses atau Tak Pernah Degradasi
Kesalahpahaman lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa Derby d’Italia merujuk pada duel dua tim tersukses di Serie A. Faktanya, pada periode 1994 hingga 2009, AC Milan justru lebih dominan dalam perolehan Scudetto dibanding Inter Milan.
Ada pula anggapan bahwa istilah ini muncul karena Inter dan Juventus merupakan dua tim yang belum pernah terdegradasi. Klaim tersebut hanya berlaku hingga tahun 2005. Setelah Juventus turun kasta ke Serie B pada 2006, Inter kini menjadi satu-satunya klub Italia yang belum pernah terdegradasi.
Namun, faktor tersebut bukan alasan utama munculnya istilah Derby d’Italia. Saat Gianni Brera pertama kali memperkenalkannya pada 1967, setidaknya ada empat klub yang belum pernah terdegradasi, yakni Inter Milan, Juventus, AC Milan, dan Bologna. Seiring waktu, Bologna terdegradasi pada 1982, Milan pada 1980, dan Juventus pada 2006.





