JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin mengungkapkan bahwa identitasnya sebagai penulis justru lebih melekat di benak publik dibanding pengalamannya sebagai pejabat negara.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Kopdar Kolumnis – Bedah Buku Kolumnis Kompas.com di Kompas Institute, Jumat (13/2/2026).
Dalam acara ini, Hamid bercerita pengalamannya saat berobat ke Rumah Sakit.
Ketika itu, antrean pasien cukup panjang hingga seorang dokter keluar dan memanggil namanya.
Baca juga: Kolumnis Loyalis Kompas.com: Menulis dari Kegelisahan atas Negeri
“Hamid Awaludin yang mana?” tanya dokter kepada para pasien yang tengah menunggu.
“Saya,” lanjut Hamid.
Dokter itu kemudian mempersilakan Hamid masuk lebih dulu.
Menurut Hamid, perlakuan itu bukan karena dirinya dikenal sebagai mantan menteri.
“Dia tidak kenal saya sebagai mantan menteri. Dia kenal saya sebagai penulis,” ujar Hamid.
Setelah berada di dalam ruangan, sang dokter mengungkapkan alasannya.
Baca juga: Kompas.com Luncurkan Buku Kolumnis ‘Menafsir Gelap Menyulam Terang’ Saat Rayakan HUT ke-30
“Saya suka Bapak menulis. Mengolok-olok,” kata sang dokter, ditirukan oleh Hamid.
“Saya senang gayanya Bapak, menulis mengolok-olok dan sesuai keinginan saya,” kata dokter itu melanjutkan.
Dokter tersebut bahkan baru mengetahui latar belakang Hamid setelah bertanya lebih jauh.