Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dengan potensi menyerap 1,6 juta tenaga kerja langsung.
“Setiap koperasi desa Merah Putih diperkirakan mempekerjakan sekitar 20 orang. Dengan target 80.000 koperasi, jumlah tenaga kerja yang terserap langsung bisa mencapai 1,6 juta orang,” kata Zulkifli Hasan dalam acara Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, angka tersebut belum termasuk pekerja tidak langsung yang berasal dari berbagai mitra usaha seperti petani sayur dan buah, peternak ayam, pembudidaya ikan bioflok, serta pelaku UMKM. Dengan skema ini, setiap desa diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri.
Selain penyerapan tenaga kerja, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan. Zulkifli mencontohkan, implementasi koperasi di wilayah Bantul mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 11-12 persen.
“Selama ini rantai pasok dari produsen ke konsumen terlalu panjang. Petani menerima harga rendah, sementara konsumen harus membayar lebih mahal. Dengan Kopdes, distribusi dipangkas, sehingga harga lebih adil bagi petani dan lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Menteri Zulkifli juga menekankan nilai strategis program ini dalam membangun ekonomi rakyat di seluruh Indonesia.
“Indonesia tidak akan terang hanya dari satu obor di Monas. Indonesia akan terang jika setiap lilin di desa menyala. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan hadir di setiap desa,” ujarnya.
Program Kopdes Merah Putih menjadi peluang besar bagi masyarakat desa, tidak hanya dari sisi lapangan kerja, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di level lokal. Pemerintah menargetkan hingga 2029, seluruh desa di Indonesia dapat memiliki koperasi yang aktif dan produktif.
Editor: Redaktur TVRINews





