Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan implementasi rencana Zero ODOL (Over Dimension Over Load) pada setiap truk atau kendaraan angkut muatan lain berjalan sesuai jadwal.
"ODOL kita terus kawal, terakhir saya baru dari Palembang dan saya datang ke Mapolda Sumsel khusus untuk mendengarkan secara detail soal rubuhnya jembatan utama di Kabupaten Lahat karena ODOL. Jadi kita serius benar karena satu nyawa terlalu banyak," buka Agus ditemui di Kemayoran, Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam.
Pihaknya menetapkan kebijakan Zero ODOL secara efektif bisa dilaksanakan pada awal tahun depan. Agus bilang telah dan terus melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait dan lintas Kementerian.
"Jadi kita akan kawal dan mudah-mudahan bisa berjalan efektif Januari 2027, kita sudah melalui sejumlah tahapan dan melibatkan stakeholders, pemerintah daerah, lembaga, polri, korlantas untuk membina dan memberikan edukasi serta membangun awareness," bebernya.
Ia juga disebutnya akan lebih menyasar kepada pelaku usaha atau pemilik dari truk di seluruh Indonesia, sembari pula memberi edukasi kepada para pengemudi soal bahaya dan risiko ODOL.
"Harapannya nanti para owners juga bertanggung jawab, kita tidak hanya mengejar pengemudinya karena mereka hanya mengerjakan tugas. Kita mencegah kecelakaan apalagi korban jiwa, juga mencegah kerusakan jalan yang parah, harusnya bisa belasan tahun tetapi jadi hanya dua tiga tahun," cerita Agus.
Disinggung ada beberapa pihak yang masih menolak rencana penerapan tersebut, Agus bilang kebijakan itu mau tidak mau harus tetap berjalan.
"Ini harus bergerak terus, saya senang mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, tentu berbagai stakeholders lain seperti BUMN. Saya kira kita semua dalam frekuensi yang sama untuk menciptakan lalu lintas yang aman," tandasnya.





