- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Festival Bandeng Rawa Belong di Jakarta Barat pada Sabtu, 14 Februari 2026.
- Pramono membeli lima ikan bandeng berukuran besar dengan berat total mencapai 14,67 kilogram seharga Rp70 ribu per kilogram.
- Gubernur menyerahkan ikan bandeng tersebut kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk dimasak, disaksikan mantan Gubernur Fauzi Bowo.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyemarakkan gelaran Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang berlangsung meriah di Jakarta Barat pada Sabtu (14/2/2026) pagi.
Kehadiran sosok mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo alias Foke, turut menambah kehangatan suasana reuni para pemimpin Jakarta tersebut.
Pramono tampil mengenakan atasan putih dipadu peci hitam dan sarung yang melingkar apik di lehernya sebagai simbol penghormatan budaya Betawi yang kental.
Langkah kaki sang gubernur terhenti di sebuah stan pedagang yang memamerkan deretan ikan bandeng bersisik kemilau dengan ukuran yang tidak lazim.
Rasa penasaran pun muncul saat ia mulai mengamati tumpukan komoditas primadona menjelang perayaan Imlek tersebut.
"Yang paling gede berapa kilo?," tanya Pramono.
Pedagang pun sigap memilah stok terbaik hingga menemukan satu ekor ikan yang memiliki bobot fantastis mencapai 14,67 kilogram.
Setelah proses tawar-menawar yang singkat, disepakati harga sebesar Rp70 ribu per kilogram untuk makhluk air bertubuh tambun itu.
Pramono lantas memutuskan untuk membeli lima ikan raksasa tersebut, dan menyerahkannya secara khusus kepada Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah.
Baca Juga: Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
"Ya udah, nggak apa-apa Rp70 ribu. Saya yang bayar ya, nanti kasih Ibu Wali Kota, biar dimasakin Ibu Wali," katanya.
Sambil menebar senyum kepada warga yang hadir, ia melontarkan kelakar ringan mengenai ikan yang baru saja dibayarnya itu.
"Bandengnya saya titip ke Bu Wali Kota, ya. Bu, jangan lupa kirim ke rumah saya," seloroh Pramono.
Festival tahunan ini menjadi bukti nyata denyut ekonomi warga Rawa Belong yang tetap terjaga melalui tradisi unik hantaran bandeng antar keluarga.
Usai berinteraksi dengan para pedagang, Pramono beranjak menuju panggung utama untuk memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pesta rakyat yang legendaris tersebut.



