Polsek Wonoayu, Sidoarjo, melakukan serangkaian langkah awal penyelidikan terkiat kasus pembobolan rumah warga yang mengakibatkan hilangnya emas hingga uang tunai.
AKP Krisna Hadi Widyanto, Kapolsek Wonoayu mengatakan, saat ini tim kepolisian melalui Unit Reskrim melakukan pengecekan CCTV hingga meminta keterangan kepada pelapor dan saksi.
“Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi-saksi, kemudian juga telah kami lakukan pengecekan serta pemeriksaan CCTV di sekitar rumah pelapor. Untuk saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut oleh unit reskrim,” katanya saat dihubungi suarasurabaya.net
Ia mengatakan bahwa polisi sudah mendapatkan data CCTV di sekitar rumah lorban pembobolan, dan sekarang sedang melakukan pendalaman.
“Alhamdulillah untuk CCTV di sekitar lokasi sudah kita peroleh beberapa cuplikan videonya, sedang didalami untuk kejadian beserta pelakunya,” ucapnya.
BACA JUGA: Rumah di Wonoayu Sidoarjo Dibobol Maling: Emas, Uang hingga Pakaian Dalam Raib
Dalam hal ini, ia juga berharap kepada warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut agar memberikan keterangan kepada tim kepolisian untuk mengungkap kasus pembobolan rumah tersebut.
“Jika ada warga yang mengetahui kejadian tersebut dapat segera langsung menghubungi unit reskrim,” ucapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, sebuah rumah milik warga berinisal HW (40) di wilayah Wonoayu, dibobol maling saat pemiliknya sedang pergi mengantar anak terapi, pada Jumat (13/2/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rumah dalam kondisi kosong karena seluruh penghuni sedang beraktivitas di luar. HW baru menyadari rumahnya dibobol saat pulang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat tiba, korban mendapati pagar rumah dalam kondisi terbuka separuh, meski pintu utama masih terkunci.
Kecurigaan muncul setelah korban menemukan pintu belakang rumah sudah terbuka dan kondisi cucian di dalam rumah berantakan. HW kemudian memeriksa bagian depan rumah dan mendapati jendela kamar depan dalam kondisi rusak. Kasa nyamuk yang biasa ditaruh pada jendela dijebol, diduga menjadi akses pelaku masuk ke dalam rumah.
Setelah dilakukan pengecekan, HW mengaku kehilangan sejumlah barang berharga. Di kamar belakang, kehilangan perhiasan emas berupa satu set gelang seberat 9,9 gram lengkap dengan surat pembelian dari toko emas. Selain itu, dompet berisi uang tunai sekitar Rp1 juta milik tabungan anak korban juga raib dari kamar depan.
“Emasnya 9,9 gram, satu set gelang isi tiga. Uang tunai sekitar satu juta rupiah dari dompet anak saya,” ucapnya.
Tak hanya itu, korban juga mengaku kehilangan sekitar 40 celana dalam yang disimpan di lemari ruang tengah, serta dua charger dan satu unit power bank.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri barang-barang yang hilang.(ris/iss)



