Film Animasi Ikan Mas Tur Dedari Antar Alumni MMTC Raih Beasiswa S2 Komdigi

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Film animasi Ikan Mas Tur Dedari mengantarkan Anak Agung Gde Bagus Adhistya Sedana, lulusan Program Studi Animasi Sekolah Tinggi Multi Media STMM MMTC, meraih beasiswa jenjang magister dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Beasiswa tersebut diberikan setelah Adhistya diundang langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada akhir September 2025. Dalam unggahan akun Instagram resminya, @duniameutya, pada 27 September 2025, Meutya menyampaikan apresiasinya terhadap karya Adhistya.

“Jadi kita bangga banget, keluarga besar Kementerian Komunikasi dan Digital, karena di MMTC ada satu mahasiswa yang bikin bangga banget. Karyanya tuh melebihi dari standar tes atau ujian akhir, jadi rasanya memang sudah sangat wajar untuk kita memberikan bantuan dukungan beasiswa S2,” ujar Meutya.

Film Ikan Mas Tur Dedari berdurasi 15 menit dan mengangkat cerita rakyat Bali dengan gaya visual animasi Jepang. Karya tersebut dikerjakan selama sekitar 13 bulan sebagai tugas akhir perkuliahan, dengan melibatkan keluarga serta teman Adhistya sebagai pengisi suara.

“Aku memang mengambil cerita rakyat Bali, terinspirasi dari kisah Durma lan Rajapala, lalu mencoba memadukannya dengan gaya anime seperti karya Makoto Shinkai,” kata Adhistya.

Film ini mengisahkan pertemuan manusia dan bidadari yang bersumber dari tradisi tutur masyarakat Bali. Kisah klasik tersebut dikemas dengan pendekatan sinematografi modern dan pemilihan warna yang menonjolkan nuansa magis.

Cuplikan film yang diunggah Adhistya ke media sosial kemudian mendapat jutaan penonton dan menarik perhatian publik. “Awalnya cuma upload buat dokumentasi tugas akhir. Nggak nyangka responsnya sebesar itu,” ujarnya. Film tersebut selanjutnya terpilih untuk ditayangkan dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 dan Balinimation 2025.

Selama proses produksi, Adhistya mengerjakan seluruh aspek animasi secara mandiri, mulai dari desain karakter, latar visual, hingga penyuntingan akhir. Ia menyebut peran dosen pembimbing penting dalam menjaga arah pengembangan film. “Dosen pembimbing saya dua-duanya sangat suportif dan membantu mengarahkan film ini harus dibawa ke mana,” kata Adhistya.

Setelah karyanya mendapat perhatian publik dan apresiasi dari Komdigi, Adhistya mengikuti wisuda STMM MMTC pada Rabu (11/2) di Auditorium kampus. Dalam kesempatan tersebut, Ketua STMM MMTC Agung Harimurti menyampaikan penghargaan kepada Adhistya dan wisudawan berprestasi lainnya.

“Bagi kami, lulusan terbaik seperti Mas Adhis itu ingin kami sekolahkan lagi. Jadi Mas Adhis belum lulus, tapi sudah kami kasih beasiswa untuk bisa lanjut,” kata Agung di hadapan 146 wisudawan dari enam program studi.

Adhistya berharap beasiswa yang diterimanya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan di bidang animasi sekaligus memperkenalkan cerita rakyat Indonesia ke tingkat internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terima Pengurus KADIN, Bamsoet Bahas Keamanan Maritim
• 21 jam laludetik.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2026, Legenda Ajax Amsterdam Beri Petuah Khusus
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
DEN Luncurkan Website Resmi untuk Perkuat Peran Sebagai Penasehat Kebijakan Ekonomi
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Larang Sweeping Rumah Makan yang Buka Selama Bulan Ramadan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Danpuspom TNI soal Keributan Tentara dengan Polisi di Mippa
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.