Jakarta, tvOnenews.com - Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, angkat suara menjelang kiprah Timnas Indonesia U-17 di turnamen level Asia. Ia menyampaikan dorongan moral agar para pemain muda tampil penuh keyakinan dan tidak gentar menghadapi lawan-lawan berat.
Dalam waktu dekat, skuad Garuda Asia akan mentas di Piala Asia U-17 2026. Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk membuktikan kapasitas mereka di panggung internasional.
Berdasarkan hasil undian, Indonesia tergabung di Grup B. Di grup yang terbilang ‘neraka’ itu sudah menanti tiga kekuatan Asia, yakni Jepang, China, dan Qatar.
Secara reputasi, ketiga negara tersebut memiliki sejarah mentereng di level U-17. Mereka bahkan pernah mencicipi gelar juara sehingga pengalaman dan tradisi yang dimiliki jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.
Situasi kian menantang setelah hasil kurang memuaskan diraih dalam laga persiapan. Tim yang ditangani Nova Arianto belum mampu menunjukkan konsistensi saat menjalani uji coba terakhir.
Dalam dua pertandingan melawan China di Indomilk Arena, Tangerang, Indonesia harus menelan kekalahan. Pertemuan pertama berakhir dengan skor 0-7, sementara laga kedua ditutup dengan hasil 2-3.
Meski demikian, Simon menilai kekalahan itu bukan alasan untuk berkecil hati. Ia melihat masih ada waktu bagi tim untuk berbenah sebelum turnamen resmi dimulai.
Baginya, aspek mental menjadi fondasi penting dalam persaingan seketat ini. Tanpa kepercayaan diri, menurut Simon, sulit bagi pemain muda untuk berkembang dan bersaing.
"Jepang, China, Qatar, mereka semua kuat. Kami masih punya waktu untuk berlatih keras dan bermain lebih keras, mentalitas harus lebih baik. Kita tahu tiga negara itu berbahaya, tapi bola itu bundar," ujar Simon Tahamata di GBK Arena, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Kita tidak bisa bilang kita pasti kalah dari mereka, tapi kita harus yakin bisa mengalahkan mereka. Kalau tidak punya mental itu, saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding," tambahnya.
Turnamen Piala Asia U-17 2026 dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei. Indonesia tercatat sudah tujuh kali ambil bagian sebelumnya, dan edisi kali ini menjadi partisipasi kedelapan sejak debut pada 1986.




