Kepala BGN Klaim Program MBG Dorong Peningkatan Penjualan Sepeda Motor

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan peningkatan daya beli pegawai SPPG menjadi salah satu faktor pendorong.

Kepala BGN Klaim Program MBG Dorong Peningkatan Penjualan Sepeda Motor. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan program Makan Bergizi Gratis tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memicu efek berantai pada berbagai sektor ekonomi. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, program tersebut turut berkontribusi mendorong peningkatan penjualan kendaraan bermotor hingga jutaan unit sepanjang 2025.

Baca Juga:
Realisasi Anggaran MBG Diproyeksi Capai Rp60 Triliun di Triwulan I-2026

“Ternyata program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian untuk menjadi bahan baku, tapi juga berdampak terhadap ekonomi lain,” kata Dadan dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Dia mengungkapkan, data dari salah satu agen tunggal pemegang merek menunjukkan angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025. Kenaikan tersebut, menurutnya, berkorelasi dengan bertumbuhnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca Juga:
Prabowo Heran Ada Oknum Hina MBG: Mereka Bilang Program Ini Menghamburkan Uang

“Ternyata dari data salah satu agen pemegang merek, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun lalu, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor,” Dadan menerangkan.

Dadan menjelaskan, peningkatan daya beli pegawai SPPG menjadi salah satu faktor pendorong. “Jadi kalau ada 50 orang, kali 60 persen artinya 30 orang beli motor, sehingga (penjualan) motornya naik,” paparnya.

Baca Juga:
BGN Beberkan 4 Mekanisme Penyaluran MBG selama Ramadan, Ini Menu Pilihannya

Tak hanya sepeda motor, sektor otomotif roda empat juga ikut terdampak. Dia menyebut salah satu merek mobil yang sebelumnya kurang diminati kini mengalami peningkatan permintaan signifikan karena kebutuhan operasional SPPG.

“Kemudian juga berdampak terhadap salah satu merek mobil yang sedang beredar di masyarakat dan itu populer, yang selama ini mungkin tidak laku, karena satu WPBG butuh dua mobil, kalau sekarang sudah ada 23.000 SPPG, itu artinya dibutuhkan 46.000 mobil jenis itu, dan sekarang termasuk mobil yang sulit dicari,” beber Dadan.

Dampak MBG pun terasa di sektor pertanian dan pangan. Petani hidroponik disebut mengalami lonjakan omzet hingga dua kali lipat. “Petani hidroponik senang, karena naik omsetnya 100 persen,” tutur Dadan.

Tak hanya itu, pelaku usaha kecil seperti produsen tahu yang sempat terpuruk kini kembali menggeliat. “Ada pengusaha tahu yang sudah hampir bangkrut, sekarang bangkit kembali,” ujarnya.

Pada sektor peternakan, peningkatan permintaan susu juga mendorong ekspansi produksi. Peternak di Boyolali dan Bandung mulai memproduksi susu pasteurisasi dan membangun fasilitas penyimpanan dingin untuk menopang distribusi.

“Ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi, dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasok kebutuhan susu, dimana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu,” ucapnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wujudkan Mimpi Anak Sekolah, Polda Riau Kebut Jembatan Gantung di Kuansing
• 10 jam laludetik.com
thumb
Pramono Buka Festival Imlek Jakarta 2026
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Prakiraan Cuaca di Sejumlah Kota Besar Hari Ini, Jakarta Berpotensi Hujan Petir
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Pria Berpisau Tikam Polisi di Arc de Triomphe Paris, Berujung Ditembak Mati
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar Murah Jelang Ramadan Digelar di Malang, Harga Beras hingga Telur Lebih Terjangkau
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.