Direktur Gempa dan Tsunami BMKG mundur dan ajukan pensiun dini

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut.

Dalam pernyataan yang dibagikannya dalam grup komunikasi informasi gempa media kebencanaan di Jakarta, Sabtu, Daryono mengatakan bahwa saat ini dirinya menjalani perawatan medis akibat sakit mata yang disebut distrofi kornea, dan mengambil cuti dinas sebelum memasuki masa pensiun dini.

Pengunduran diri itu diumumkan setelah mengajukan diri secara resmi kepada Pimpinan BMKG, Jumat (13/2) malam.

Baca juga: BMKG sebut gempa terjadi berdekatan hanya faktor kebetulan

Melalui pengumuman tersebut ia meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.

"Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG," kata Daryono.

Meski tidak lagi menjabat, Daryono menyatakan tetap berkomitmen memberikan edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moral di negara rawan bencana seperti Indonesia.

"Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik," ujarnya.

Selama ini Daryono dikenal sebagai salah satu figur utama yang menyampaikan informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada masyarakat, baik terkait kejadian di dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: BMKG: Gempa M5,2 di Teluk Tomini Sulteng akibat aktivitas sesar lokal

Baca juga: BMKG: Rentetan gempa 7 Juli patut diwaspadai

Ia juga kerap membagikan analisis ilmiah seputar gempa-tsunami baik secara pribadi kepada wartawan maupun melalui berbagai kanal media sosial pribadinya.

Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 21 Februari 1971 itu merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993, selanjutnya meraih gelar sarjana Meteorologi dan Geofisika dari Universitas Indonesia pada 2000, magister dari Universitas Udayana pada 2002, serta doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar, kemudian aktif sebagai peneliti geofisika sejak 2005 dan menduduki sejumlah jabatan strategis sebelum diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada 2022.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi Motul dan Kawasaki Hadir di IIMS 2026
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Zodiak Paling Setia dalam Urusan Cinta: Pisces Romantis, Taurus Tulus
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Pemerintah Siapkan THR ASN, THI, Polri Rp 55 Triliun, Cair Awal Ramadan
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bahlil dan Setya Novanto Potong Tumpeng Bersama di DPR Saat Hadiri HUT Ke-58 Fraksi Golkar
• 15 jam lalupantau.com
thumb
LPS Cairkan Rp89,5 Miliar, Nasabah BPR Cirebon Lega
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.