JAKARTA, KOMPAS.com – Kebakaran pada Selasa (10/2/2026) pagi buta menghanguskan 16 rumah di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Di tengah kepanikan ketika api mulai menjalar, warga berusaha tetap rasional untuk menyelamatkan diri dan barang berharga.
Namun, kobaran api dengan cepat melalap bangunan-bangunan yang berdempetan.
Baca juga: 16 Rumah yang Terbakar di Mampang Akan Dibangun Ulang, Warga: Semoga Enggak Lama
Kini rumah-rumah itu tinggal puing. Atap-atapnya rubuh menimpa perabotan yang telah hangus terbakar.
Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan 91 personel dikerahkan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.55 WIB atau tiga jam setelah kejadian.
Sebanyak 55 jiwa dari 22 kepala keluarga terdampak. Mereka sementara mengungsi di Masjid At-Taqwa dan rumah indekos yang disediakan warga sekitar.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Baca juga: Afri Tak Kuasa Menahan Tangis, Rumahnya di Mampang Terbakar Habis...
“Dugaan penyebab karena fenomena kelistrikan,” kata dia.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2.938.640.000 untuk area permukiman seluas 875 meter persegi.
Api Kembali Menyala Dua Hari Kemudian
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Warga Pela Mampang, Afri Utami, meminta bantuan pembangunan rumah kembali setelah rumahnya terbakar, kepada Walikota Jaksel, M. Anwar yang meninjau lokasi, Jumat (13/2/2026).
Dua hari setelah kebakaran, warga kembali dikejutkan oleh kemunculan api dari puing bangunan pada Kamis (12/2/2026) pagi.
Awalnya warga mencium bau menyengat, namun tak menyangka ada bara yang kembali menyala.
Saat matahari mulai meninggi, api terlihat dan warga segera bergotong royong menyiramkan air menggunakan ember.
Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba untuk memadamkan api.
Warga mengaku heran karena api muncul setelah dua hari situasi relatif tenang. Afri Utami menduga bara tersimpan di dalam kasur yang tertutup reruntuhan atap.
“Nah, kasurnya itu posisinya tertutup atasnya asbes. Jadi mungkin waktu penyiraman kurang sempurna gitu. Jadi kan dia nyimpan bara ya,” kata Afri saat ditemui di lokasi, Jumat (13/2/2026).