Tangerang, ERANASIONAL.COM – Pemerhati Satwa Indonesia (PERSATIN) menghadiri Pembukaan Jambore Potensi dan Pameran SAR 2026 oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam rangka memperingati HUT ke-54 Basarnas yang digelar, di kawasan Green Belt, PIK 2, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan nasional yang berlangsung pada 13–16 Februari 2026 tersebut menjadi momentum ruang konsolidasi strategis dalam memperkuat sinergi, interoperabilitas, serta kesiapsiagaan nasional menghadapi situasi darurat dan bencana.
Kegiatan ini juga tidak hanya menampilkan kekuatan Personil SAR nasional, tetapi juga mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pencarian dan pertolongan yang profesional, responsif, dan terintegrasi.
Pembukaan jambore dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii selaku Komandan Inspektur Upacara, yang juga dihadiri berbagai unsur potensi SAR dari Kementerian dan Lembaga, TNI-Polri, dunia usaha, serta organisasi relawan dan komunitas kebencanaan seluruh Indonesia.
Ketua Umum Pemerhati Satwa Indonesia (PERSATIN), Andiyani menegaskan bahwa kehadiran pihaknya pada forum nasional ini merupakan bentuk komitmen aktif organisasi dalam mendukung penguatan jejaring potensi SAR Indonesia. Kata dia, PERSATIN sebagai organisasi yang konsen terhadap kepedulian satwa, lingkungan, dan kemanusiaan, di mana memiliki unit khusus kebencanaan dan pertolongan yakni “PERSATIN RANGER”.
Sebagaimana diketahui ‘PERSATIN RANGER’ dibentuk sebagai garda aksi kemanusiaan dan kebencanaan yang dikhususkan untuk unit respon cepat yang memiliki fokus kepada dukungan pencarian dan pertolongan dalam situasi darurat.
“Seperti evakuasi dan distribusi bantuan kemanusiaan, penanganan satwa terdampak bencana edukasi mitigasi risiko bencana berbasis komunitas dan penguatan kapasitas relawan dan jejaring kebencanaan,” ujar Andiyani dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).
Lebih lanjut Andiyani mengungkapkan bahwa selama ini ‘PERSATIN RANGER’ telah terlibat aktif dalam berbagai aksi penyelamatan dan pertolongan kebencanaan di sejumlah daerah Indonesia. Tim PERSATIN RANGER turun langsung dalam penanganan bencana seperti banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Dalam penanganan bencana, masih kata Andiyani bahwa PERSATIN RANGER juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam hal penanganan seperti evakuasi warga terdampak di wilayah terisolasi, distribusi logistik dan bantuan darurat, dukungan relawan lapangan dalam proses pencarian, penyelamatan satwa yang terdampak banjir dan longsor hingga trauma healing dan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat
“Keterlibatan di berbagai wilayah tersebut menjadi bukti nyata bahwa PERSATIN tidak hanya bergerak pada isu konservasi dan perlindungan satwa. Tetapi juga hadir dalam situasi krisis kemanusiaan sebagai bagian dari sistem respon kebencanaan nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut Andiyani menilai partisipasi pada acara Jambore Potensi SAR 2026 tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh elemen potensi SAR nasional. Dia pun kembali menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan dinamika sosial.
Dia juga menekankan bahwa kehadiran organisasi PERSATIN pada jambore kali ini bukan sekadar ajang seremonial. Melainkan bagian dari komitmen jangka panjang.
“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi tentang membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. PERSATIN RANGER telah terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Dan kami akan terus memperkuat kapasitas relawan agar dapat memberikan respon yang cepat, terkoordinasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dia berharap bahwa PERSATIN ke depannya juga dapat menjadi bagian dari ekosistem kebencanaan nasional yang tidak hanya tanggap saat darurat, tetapi juga aktif dalam mitigasi dan edukasi.
“Kami ingin memastikan bahwa perlindungan manusia, lingkungan, dan satwa berjalan beriringan. Bencana tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada ekosistem. Melalui PERSATIN RANGER, kami berkomitmen untuk terus hadir, bersinergi, dan memperkuat solidaritas nasional dalam setiap situasi darurat,” tambahnya.
Melalui semangat kolaborasi dan kemanusiaan, pihaknya berharap momentum Jambore Potensi dan Pameran SAR 2026 ini menjadi titik penguatan bersama. Sehingga dapat membangun sistem pencarian dan pertolongan yang semakin profesional, humanis, serta adaptif terhadap tantangan kebencanaan di masa depan. ( **)





