Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas demi menjamin kenyamanan warga Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara instruksional melarang keras organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan aksi razia atau sweeping terhadap rumah makan.
Langkah ini diambil untuk menjaga kerukunan serta memastikan situasi Jakarta tetap kondusif selama bulan puasa.
Pramono menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab penuh pemerintah daerah.
"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada 'sweeping',” tegas Pramono Anung saat ditemui di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Jakarta, Sabtu (14/2).
Pramono mengingatkan bahwa esensi menyambut Ramadan adalah menghadirkan kedamaian.
Sebagai kota dengan mayoritas penduduk Muslim, Jakarta diharapkan bisa menjadi cermin toleransi yang kuat antarumat beragama, bukan justru menjadi tempat munculnya gesekan sosial akibat aksi sepihak.
Ia juga memberi peringatan bahwa segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu keributan di ruang publik tidak akan diberi ruang.
“Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya tidak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan, nanti saya izinkan,” tambahnya.
Demi mewujudkan Ramadan dan Idul Fitri yang aman, Pemprov DKI telah menyusun berbagai agenda strategis, termasuk penguatan kegiatan keagamaan yang positif.
Gubernur berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bekerja sama menjaga suasana Jakarta agar tetap sejuk dan nyaman bagi siapa saja. (ant/dpi)




