Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan toleransi beragama di Jakarta tidak lagi menjadi sebuah masalah. Hal ini telah dibuktikan dari berbagai acara keagamaan yang digelar Pemprov Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono saat meresmikan Gedung Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).
Pramono bercerita, saat Pemprov Jakarta menggelar acara kolosal Christmas Carol, ada banyak masyarakat yang antusias—tak hanya yang beragama Kristen.
"Banyak orang tidak menyangka bahwa Christmas Carol Colossal kemarin dalam rangka menyambut Natal betul-betul dilakukan seperti itu, ada Jakarta Light Festival, berbagai hal. Dan yang membanggakan, menyenangkan bagi saya pribadi adalah yang hadir sebagian besar berhijab. Dan mereka menikmati itu," kata Pramono.
"Artinya apa? Sebenarnya toleransi keberagaman agama di Jakarta itu harusnya sudah tidak menjadi isu lagi," tambah dia.
Pramono menambahkan, beberapa waktu lalu juga ia membuka acara Jakarta Imlek Festival. Ini merupakan kali pertama acara tersebut diselenggarakan di tempat umum.
"Kenapa itu dilakukan? Itu tadi, bagian yang saya sampaikan bahwa persoalan yang menyangkut kebangsaan itu harusnya sudah selesai," tuturnya.
Pramono mengaku juga akan menggelar acara haul untuk para ulama dan pejuang Betawi di Monas. Ini juga menjadi upaya untuk menjaga persatuan dalam keberagaman yang ada di Jakarta.
"Pemerintah DKI Jakarta yang mengadakan, dan supaya tidak lagi persoalan sekat-sekat itu ada di Jakarta. Puji syukur alhamdulillah sambutannya sangat baik sekali," jelas Pramono.





