PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak dua obligasi dan satu sukuk resmi dicatatkan di bursa selama sepekan terakhir. Total nilai nominal dari seluruh efek bersifat utang dan sukuk tersebut mencapai sekitar Rp1,9 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menuturkan pada Kamis (12/2/2026), Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Hino Finance Indonesia mulai dicatatkan di BEI dengan nilai sebesar Rp800 miliar.
Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), obligasi tersebut memperoleh peringkat idAA+ (Double A Plus).
"(Dalam penerbitan ini), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat," ujar Kautsar dalam pernyataannya, Sabtu (14/2/2026).
Selanjutnya pada Jumat (13/2/2026), dua instrumen dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk resmi melantai di BEI, yakni Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026.
Masing-masing instrumen tersebut dicatatkan dengan nilai nominal Rp889 miliar untuk obligasi dan Rp210,1 miliar untuk sukuk. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia, kedua instrumen ini memperoleh peringkat AA+(idn) (Double A Plus).
Adapun yang bertindak sebagai Wali Amanat untuk kedua instrumen tersebut adalah PT Bank Tabungan Negaqqqra Tbk.





