Stan Antam Jadi Magnet JIJF, 600 Pengunjung Antre untuk 200 Kuota

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Penumpukan pengunjung terjadi di depan Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026) pagi. Kerumunan tersebut dipicu tingginya minat pengunjung Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) untuk mendatangi stan Antam.

Menurut petugas pengamanan JIJF, Bernard, penumpukan pengunjung sudah terlihat sejak subuh. Para pengunjung sengaja datang dan mengantre sejak pagi buta demi mendapatkan kesempatan masuk ke stan Antam.

“Saat pagi tadi, saya datang jam 06.30 WIB, itu sudah rame, memang buat Antam doang. Jadi ya sudah kami atur kerumunannya,” kata Bernard saat ditemui di lokasi, Sabtu siang.

Baca juga: Barang Elektronik Bekas Mengandung Emas, Pemprov DKI Jakarta Minta Warga Tak Asal Buang

Sekitar pukul 08.30 WIB, panitia akhirnya membuka pintu lebih awal khusus untuk pengunjung stan Antam. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan di area depan pintu masuk.

Bernard menyebutkan, penumpukan serupa sebenarnya sudah terjadi pada hari pertama pameran, Jumat (12/2/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak penyelenggara bersama Antam kemudian menetapkan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 200 orang per hari.

Ia menjelaskan, pembagian nomor antrean dilakukan di luar hall sejak pukul 08.00 WIB, meskipun pameran baru dibuka secara resmi pukul 10.00 WIB. Kondisi inilah yang membuat banyak pengunjung rela datang sejak dini hari.

“Terus itu jam 08.00 sudah maksimal dibilang. Itu nanti pembagiannya bukan di dalam. Nomor antrean pembagiannya di pelataran hall,” jelas dia.

Pada Sabtu pagi, setidaknya sekitar 600 pengunjung menumpuk di depan pintu masuk untuk memperebutkan 200 kuota antrean stan ANTAM. Pengunjung yang tidak kebagian nomor antrean hanya mendapatkan merchandise berupa tas.

Bernard mengaku baru kali ini menyaksikan lonjakan pengunjung sebesar itu selama bertugas mengamankan JIJF.

Baca juga: Untung Budiharto Mundur dari Komisaris Utama Transjakarta Usai Ditunjuk Jadi Dirut Antam

“Saya juga selama 2-3 tahun jadi sekuriti tiap tahun dari 2023, itu tidak seperti ini membludaknya,” ungkap dia.

Salah satu pengunjung yang beruntung adalah kerabat Candra (40). Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan nyaris tidak mendapatkan nomor antrean.

“Saya di sini temenin keluarga aja sih, dia dapat nomor 190-an, enggak tahu juga kenapa dibela-belain banget,” kata dia ditemui terpisah.

Sementara itu, Engkos (55) harus pulang dengan tangan kosong setelah gagal memperoleh nomor antrean dan hanya mendapatkan merchandise. Ia mengaku datang tidak sepagi pengunjung lain sehingga kehabisan kuota.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Saya enggak dapat, tadi nomor antreannya aja udah 450-an, terus jadinya cuma dapat merchandise,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warisan Maestro Made Wianta Hadir di Pendopo Lobby The Apurva Kempinski Bali
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Saham Konglomerat DSSA-BUMI Cs Jadi Motor Penggerak IHSG Sepekan
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
WhatsApp Tak Bisa Diakses di Rusia, Isu Keamanan Data dan Kedaulatan Digital Menguat
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Dipolisikan Terkait Ijazah Palsu, Rismon: Saya Laporkan Balik Kalau Tak Terbukti
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Gunung Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6.000 Meter
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.