Babak Baru Kasus Siswa Situbondo Dikeroyok lalu Koma: Justru Korban Nantang Duel

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Muhammad Nur Huda (17 tahun), seorang siswa SMA di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diberitakan telah dikeroyok RZ (18) bersama dua rekannya. Akibat kejadian tersebut, korban kritis dan harus menjalani perawatan di RS dr. Soebandi, Jember.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Situbondo. Korban dipukul berulang kali dan kepalanya dibenturkan ke batu nisan di area pemakaman Tionghoa setempat.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka serius. Bagian belakang tengkoraknya retak dan terdapat dugaan pembekuan darah di kepala. Korban sempat tidak sadarkan diri dan koma selama dua hari.

Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo sudah memanggil dan meminta keterangan tiga orang saksi yakni teman korban, dalam kasus ini.

Pihaknya mengalami kesulitan karena korban masih belum bisa dimintai keterangan.

"Korban masih menjalani perawatan di RS dr Soebandi Jember. Sementara terlapor RZ tidak memenuhi panggilan," ujar Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan kepada wartawan, Jumat (13/2).

Justru Korban Nantang Duel

Menurutnya, berdasarkan keterangan tiga orang saksi kepada penyidik, korban Huda dan terlapor RZ asal Kecamatan Mangaran, keduanya diketahui satu sekolah di salah satu SMA di Kota Situbondo. Korban kelas 12, sedangkan terlapor RZ kelas 11.

"Kepada penyidik, tiga orang saksi mengatakan awalnya yang menantang berkelahi adalah korban, sebelum akhirnya duel di kuburan China di lingkungan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji," ucapnya.

Agung menjelaskan, berdasarkan keterangan tiga orang saksi, sebetulnya duel antara korban dan terlapor RZ terjadi dua kali. Pertama, duel di gang sebelah barat sekolah tempat keduanya bersekolah.

"Sedangkan kedua kalinya berduel di kuburan China di lingkungan Cappore, Kelurahan Ardirejo, dalam dua kali duel korban selalu kalah. Yang pasti, berdasarkan keterangan tiga orang saksi tidak ada kasus pengeroyokan, namun keduanya duel satu lawan satu," katanya.

Lebih jauh Agung menambahkan, karena pada panggilan pertama terlapor RZ tidak memenuhi panggilan penyidik, pihaknya akan memanggil RZ kembali.

Warga Lihat Puluhan Siswa ke Makam

Nurul, salah seorang warga lingkungan Cappore, mengatakan pada 7 Februari 2026 lalu ada puluhan siswa berseragam masuk ke wilayah makam. Namun, dia tidak mengetahui kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut.

"Kondisi pemakaman China sepi dan agak jauh dari permukiman warga. Saya hanya tahu puluhan siswa masuk ke pemakaman. Itu pun saya lihat saat melintas di pintu masuk makam, untuk aktivitas puluhan siswa saya tidak tahu," ujar Nurul.

Korban Justru Urakan, RZ Pendiam

Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak sekolah, keduanya memiliki dua kepribadian yang berbeda.

"Kami hanya melihat perilaku keduanya setiap hari di sekolah, korban M Nur Huda terkesan urakan. Sedangkan terlapor RZ pendiam," ujar salah seorang guru sekolah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Mulai Belajar Puasa? Ini Panduan Nutrisi dan Pola Makan yang Tepat
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Favorit Warga Perumahan, Paket Murah Meriah, 20 Mbps Rp169 ribu, Cukup untuk 5 Gadget
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Buntut Penembakan Pilot, Bandara Korowai Batu Boven Digoel Masih Ditutup
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kemlu: Personel RI di Gaza Tak Terlibat Operasi Tempur
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jangan Cari Gara-Gara! 5 Zodiak Ini Dikenal Paling Suka Ribut
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.