Menjelang bulan puasa, banyak anak mulai antusias ingin ikut berpuasa. Meski belum wajib, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan makna puasa secara bertahap dan menyenangkan.
Agar proses belajar berjalan nyaman, kondisi fisik anak perlu tetap dijaga. Asupan nutrisi dan cairan saat berbuka dan sahur harus diperhatikan, serta durasi puasa disesuaikan dengan kemampuan anak.
Nutrisi Tetap Jadi Kunci untuk Anak yang Mulai BerpuasaMenurut dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menjelang dan selama puasa, kebutuhan nutrisi serta vitamin anak tetap harus diperhatikan.
“Bagi anak yang sudah bisa berpuasa, nutrisi dan vitamin tetap harus diperhatikan supaya anak tidak lemas. Pastikan asupan saat buka, makan malam, dan sahur itu penting,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pola makan saat puasa pada dasarnya hanya bergeser waktu. Berbuka dapat diibaratkan seperti makan siang, sedangkan sahur seperti sarapan.
“Buka bisa diibaratkan seperti makan siang, lalu sahur seperti sarapan. Sehingga (menu) harus lengkap, ada karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” ujar Prof Rini.
Perlukah Suplemen Diberikan?
Pemberian suplemen pada dasarnya sama seperti hari biasa, cukup satu kali sehari bila diperlukan. Multivitamin dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Susu juga tetap dianjurkan karena kandungannya lengkap dan mudah dikonsumsi anak.
"Untuk camilan, pilih yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Buah atau susu bisa menjadi pilihan. Makanan seperti dimsum juga boleh, selama isinya bergizi dan bukan hanya tepung semata,” tutup prof Rini.





