TABLOIDBINTANG.COM - Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat belakangan ini memunculkan pro dan kontra di industri kreatif.
Sebagian melihatnya sebagai ancaman bagi para pembuat konten, namun tak sedikit pula yang menilai AI justru menjadi peluang baru di era digital.
Isu tersebut dibahas dalam talk show bertajuk The Role of AI in Modern Content Creation yang digelar SocAI bersama FYC Group di Tangerang, Jumat (13/2).
Acara ini menghadirkan Atta Halilintar dan Anang Hermansyah sebagai pembicara utama, serta dihadiri para KOL dan influencer dari berbagai bidang.
Dalam diskusi tersebut, Atta menegaskan bahwa AI tidak perlu ditakuti oleh para kreator.
“AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif. Kreativitas tetap datang dari manusia, AI hanya membantu memperkuat dan memaksimalkan potensi kita,” ujar Atta Halilintar.
Menurutnya, di tengah kompetisi konten yang semakin ketat, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci agar kreator tetap relevan.
Suami Aurel itu menilai penggunaan AI secara bijak dapat membuka peluang baru, mulai dari optimalisasi produksi hingga perluasan jangkauan audiens.
Talk show bertajuk The Role of AI in Modern Content Creation yang digelar SocAI bersama FYC Group di Tangerang, Jumat (13/2).
Sementara itu, Anang Hermansyah menekankan pentingnya kesiapan mental dan pola pikir terbuka dalam menghadapi transformasi digital.
Mantan juri Indonesian Idol itu juga menyebut AI sebagai mitra kolaboratif, bukan pengganti manusia dalam proses kreatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia. Edukasi kepada para KOL dan influencer menjadi langkah penting agar transformasi digital berjalan positif dan produktif,” beber Anang Hermansyah.
Talk show ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem kreatif Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Di tengah laju inovasi yang tak terhindarkan, pesan yang disampaikan jelas: AI bisa menjadi sahabat, selama dimanfaatkan dengan bijak.




