Korban Pencopetan Ponsel di Blok M Lapor Polisi, CCTV dan Saksi Diperiksa

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Korban pencopetan ponsel saat mengambil swafoto di Gang Viral Blok M, Jakarta Selatan, akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kepolisian. Laporan itu dibuat setelah korban mendapat pendekatan dan imbauan dari aparat untuk menempuh jalur hukum.

Korban berinisial Bi mengatakan, sebelumnya ia sempat ragu untuk melapor. Namun, setelah dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan polisi, ia memutuskan membuat laporan resmi.

“Ada dua orang yang mengatas namakan polisi kontak aku buat bikin laporan. Kemaren sudah dilaporkan hari Rabu malam,” kata Bi kepada Kompas.com.

Baca juga: Lengah Saat Swafoto, Ponsel Pengunjung Blok M Dicuri

Bi melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/1156/II/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 Februari 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmas adanya laporan dugaan pencopetan ponsel di kawasan Blok M tersebut.

Menurut Budi, laporan itu telah dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.

“Jadi yang Blok M itu diduga adanya pencurian handphone ya. Nah itu ditangani oleh Polres Jakarta Selatan,” kata Budi ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (14/2/2026).

Budi menjelaskan, penyelidik akan memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas.

“Dari pelapor juga diminta keterangan, saksi-saksi, serta akan ada analisa olah barang bukti, dalam hal ini ada bentuk kamera jejak jalan (CCTV). Nah ini kami dalami,” kata dia.

Baca juga: Saling Kenal, Korban dan Pelaku Penusukan di Blok M Berdamai Usai Konflik Lahan Parkir

Sebelumnya diberitakan, aksi pencopetan tersebut terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria terlihat mengambil ponsel milik Bi yang diletakkan di atas meja saat korban sedang berswafoto bersama temannya.

Menariknya, dalam foto selfie yang diambil korban, wajah terduga pelaku tampak jelas menghadap ke arah kamera. Bi menduga pelaku telah mengincarnya sejak awal.

“Orang itu mengincar kami dari awal. Itu dia sudah stand by dari awal (di foto),” kata Bi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bi mengaku sempat mengejar dan menginterogasi terduga pelaku. Namun, pria tersebut mengelak dan korban tidak bisa melakukan penggeledahan karena tidak memiliki bukti yang cukup kuat saat itu.

Setelah kejadian tersebut, Bi bersama temannya menelusuri rekaman CCTV dan membagikannya ke media sosial. Unggahan itu kemudian viral dan menjadi perhatian publik, hingga akhirnya berujung pada pelaporan resmi ke pihak kepolisian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Dunia Susut hingga 1 Persen Sepekan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadwal Liga Italia Malam Ini Inter Milan vs Juventus: Penentuan Gelar Juara
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Daftar Lagu K-Pop yang Cocok Diputar di Pernikahan, Romantis dan Penuh Makna
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Pemain PSM di Unhas, Yuran Fernandes Blak-blakan soal Hubungan Emosionalnya dengan Suporter 
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Profil Teddy Pardiyana, Mantan Suami Lina Jubaedah yang Tuntut Soal Ahli Waris, Kini Kena Sindir Nathalie Holscher!
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.