Sultan Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), setelah meningkatnya tekanan terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
DP World mengumumkan pengunduran dirinya, "berlaku segera", pada hari Jumat (13/2) waktu setempat, dan menunjuk Essa Kazim sebagai ketua grup dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru. Foto Sulayem pun telah dihapus dari situs web perusahaan tersebut.
DP World, raksasa logistik di Dubai yang mengelola terminal pelabuhan di enam benua dan memainkan peran penting dalam infrastruktur perdagangan global, telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dari bisnis-bisnis yang bekerja sama dengannya.
Awal pekan ini, lembaga pembiayaan pembangunan Inggris dan dana pensiun terbesar kedua Kanada, La Caisse, mengatakan mereka menangguhkan investasi baru ke perusahaan tersebut.
Proyek Earthshot Pangeran Wales, yang menerima pendanaan dari DP World, juga dilaporkan ke Komisi Amal Inggris setelah Sulayem muncul dalam berkas tersebut.
Dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan apa yang tampaknya merupakan hubungan dekat dan luas antara salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Teluk dan Epstein.
Tekanan terhadap DP World meningkat setelah anggota Kongres Amerika Serikat mengungkapkan nama Sulayem tercatat dalam berkas-berkas pengadilan Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS itu mengungkap jaringan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh elite dunia di bidang politik hingga bisnis.
(ita/ita)





