AS Siagakan Pengebom B-2 dan Jet F-35 di Tengah Ketegangan dengan Iran

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Washington: Pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dan sejumlah aset militer Amerika Serikat lainnya dilaporkan berada dalam tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya, seiring langkah Pentagon memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.

Laporan The New York Times mengutip pejabat senior AS yang menyebut peningkatan status siaga dilakukan hampir sebulan lalu.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026, pesawat-pesawat berbasis di wilayah AS itu disebut dapat digunakan untuk kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir atau rudal balistik Iran jika jalur diplomasi gagal. Presiden Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil tindakan militer apabila Teheran menolak membatasi program nuklirnya.

Meski demikian, sejumlah pejabat keamanan nasional AS dilaporkan mendorong agar langkah militer ditunda hingga kesiapan ofensif dan defensif pasukan di kawasan benar-benar optimal.

Sekitar 30.000 hingga 40.000 personel AS yang ditempatkan di Timur Tengah, termasuk di delapan pangkalan permanen, disebut masih menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan.

Washington juga memperluas kehadiran angkatan lautnya, termasuk pengerahan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk. Sekitar 12 kapal perang AS kini beroperasi di Laut Arab, Teluk Persia, Laut Merah, dan timur Laut Mediterania.

Jenis pesawat tempur yang dikerahkan mencakup jet F-35 Lightning II, F/A-18 Super Hornet, serta tambahan F-15E Strike Eagle yang memiliki jangkauan serang hingga wilayah Iran. Analis militer menilai persiapan operasi besar biasanya ditandai dengan peningkatan pesawat tanker pengisian bahan bakar udara dan pesawat perang elektronik.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan adanya pemindahan pesawat tanker dan pengintai mendekati kawasan tersebut. Selain itu, pergeseran kapal selam rudal balistik yang mampu membawa rudal jelajah Tomahawk juga disebut dapat menjadi indikator kesiapan ofensif.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan Trump “menempatkan semua opsi di atas meja terkait Iran,” dan keputusan akan diambil berdasarkan kepentingan keamanan nasional.

Sementara itu, Iran menegaskan program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil. Pejabat AS menyebut penguatan militer dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan sekaligus mencegah potensi balasan jika diplomasi tidak membuahkan hasil.

Baca juga:  Trump Sebut 'Rasa Takut' Diperlukan untuk Selesaikan Dialog dengan Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Bakal Setop Ekspor Timah Mentah, Cukup Dijajah Belanda 3,5 Abad
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Tak Hanya Bocorkan Dosa Tiffany & Co, Menkeu Juga Lontarkan Pesan Menohok ke Pelaku Bisnis
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi pastikan perayaan Imlek di Gorontalo berjalan kondusif
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Terbentuknya Lubang Rakasa Aceh Tengah: dari Retakan Awal hingga Putuskan Akses Jalan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Siapkan Strategi Swasembada Energi-Penguatan Ekonomi Rakyat
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.