Tambah jumlah dokter, Kemdiktisaintek resmikan PPDS di Bali dan Nusra

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali dalam rangka mengakselerasi jumlah dokter spesialis di Tanah Air.

Peluncuran dilaksanakan serentak dan menjadi momentum penting bagi Universitas Nusa Cendana, Universitas Udayana, dan Universitas Mataram dalam pemenuhan layanan kesehatan spesialis di wilayah Indonesia bagian timur, Jumat (13/2).

Baca juga: Buka PPDS 2026, sekolah harus akurat kirim data siswa untuk SPAN PTKIN

"Hingga saat ini Kemdiktisaintek telah mencapai target, dengan membuka 160 program studi (prodi) baru yang terdiri atas 128 prodi dokter spesialis dan 32 prodi dokter subspesialis. Dengan demikian, jumlah prodi PPDS meningkat menjadi 526 prodi dari sebelumnya 366 prodi," kata Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Togar menegaskan peresmian PPDS ini merupakan perhatian khusus pemerintah untuk melakukan akselerasi dalam menghadapi kekurangan serta ketimpangan distribusi jumlah dokter spesialis dan subspesialis, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Ia berharap dengan dibukanya PPDS di wilayah Indonesia bagian timur serta 11 provinsi lain dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.

"Kami juga mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan rumah sakit milik pemerintah," ujar Togar.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Bali-Nusa Tenggara yang dilaksanakan di Universitas Nusa Cendana.

Baca juga: Pemerataan dokter, pemerintah siapkan 150 prodi dokter spesialis baru

Baca juga: Bulan Sabit Merah RI-UB beri beasiswa PPDS bagi dokter asal Palestina

Ia memaparkan kondisi geografis NTT yang didominasi oleh wilayah 3T menjadikan kebutuhan dokter spesialis sebagai prioritas yang mendesak, terutama spesialis anestesiologi dan obstetri-ginekologi dinilai sangat krusial untuk menjawab persoalan kebutuhan layanan operasi serta tingginya tingkat kematian ibu dan anak.

Gubernur Emanuel menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung melalui penguatan pembiayaan dan mendorong agar lulusan PPDS mengabdi kembali di NTT guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan spesialis.

"Kehadiran program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di wilayah Bali-Nusa Tenggara ini sangat strategis dan relevan untuk menjembatani akses anak-anak NTT terhadap pendidikan dokter spesialis dapat dilakukan dengan lebih baik," ucap Emanuel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 4 Km, Status Masih Siaga
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sanca Besar Ngumpet di Kolong Freezer Es Krim Kagetkan Karyawan di Bogor
• 2 jam laludetik.com
thumb
Sony WF-1000XM6 Jadi Standar Baru TWS Premium, Ini Harga dan Spesifikasinya
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terpopuler: Rekor Valentino Rossi Terancam, Pengakuan Pelatih Usai Livin Mandiri Tekuk Tim Megawati di Proliga 2026
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Ressa Rossano Ragu Respons Denada, Takut Salah Ambil Keputusan
• 3 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.