FAJAR, BANDUNG – Sergio Castel tetap optimis menatap leg kedua ACL 2 2025/2026. Penyerang Persib Bandung ini yakin timnya mampu bangkit secara luar biasa.
Ia mengajak Bobotoh percaya pada misi comeback melawan Ratchaburi FC. Castel ingin Pangeran Biru menunjukkan mode seperti Real Madrid. Punya mentalitas juara.
Kekalahan menyakitkan 0-3 di markas Ratchaburi FC, Dragon Solar Park, pada Rabu (11/2/2026) lalu memang menempatkan pasukan Bojan Hodak dalam posisi terjepit. Namun, Castel menolak untuk menyerah sebelum peluit akhir dibunyikan di Bandung.
Gawang Teja Paku Alam yang harus kebobolan tiga kali oleh Tana (menit ke-5 dan 84) serta Gabriel Mutombo (menit ke-53) membuat Persib berada di ujung tanduk. Untuk bisa melenggang ke babak delapan besar, Maung Bandung memiliki dua jalur utama.
Pertama, menang Selisih 4 gol. Persib wajib menang telak (seperti 4-0) untuk langsung mengunci tiket.
Kedua, menang dengan selisih 3 gol. Jika skor berakhir 3-0, laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.
Inspirasi “Remontada” dari Spanyol
Sebagai pemain yang lahir di Las Rozas, Madrid, Sergio Castel sangat akrab dengan istilah remontada. Istilah ini merujuk pada aksi heroik membalikkan keadaan yang sering diperagakan Real Madrid di kompetisi Eropa.
“Anda tahu saya berasal dari Spanyol, dari Madrid. Saya tahu bagaimana Real Madrid sering melakukan comeback. Jadi saya percaya, mengapa tidak? Kami harus terus mendorong diri sendiri,” tegas striker berusia 30 tahun tersebut.
Castel menyadari bahwa atmosfer stadion akan menjadi pemain ke-12 yang sangat menentukan. Ia berharap Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan penuh sesak pada Senin (18/2/2026) mendatang.
“Kami sangat membutuhkan kehadiran Bobotoh. Kami membutuhkan dukungan maksimal dari semuanya. Tentu saja kami akan kembali berjuang dengan bantuan mereka di tribun,” tutup Castel.
Laga leg kedua ini akan menjadi ujian mental bagi skuad Maung Bandung. Ini untuk membuktikan bahwa keajaiban di sepak bola itu nyata, terutama saat bermain di hadapan pendukung fanatiknya sendiri. (*)





