Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa uang saku peserta magang nasional akan naik menyesuaikan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.
“Alhamdulillah, karena UMP 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Yassierli di RS Universitas Andalas melalui keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (14/2/2026).
Dia lantas mencontohkan skema kenaikan uang saku peserta magang di Provinsi Sumatra Barat. UMP Sumatra Barat 2026 ditetapkan sebesar Rp3.182.955, naik dari UMP tahun sebelumnya yang senilai Rp2.994.193.
Yassierli menyebut, penyesuaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan uang saku peserta pemagangan di wilayah tersebut.
Menurutnya, uang saku dalam program pemagangan nasional berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama peserta mengikuti pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau institusi/lembaga.
Baca Juga
- Pekerja Magang Dapat THR Lebaran 2026 atau Tidak? Cek Ketentuannya
- Kemenkeu Buka Lowongan Magang 2026 untuk Mahasiswa, Ini Syarat dan Jadwalnya!
- Program Magang Nasional Berlanjut 2026, Ada Tambahan Kuota 100.000 Peserta
Yassierli pun mengingatkan kepada peserta pemagangan agar uang saku yang diterima dapat dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
"Kita ingin anak-anak muda kita benar-benar siap kerja, punya pengalaman langsung di lapangan, dan kompetensinya sesuai kebutuhan industri. Jadi ini strategi besar menyiapkan SDM unggul dan menurunkan tingkat pengangguran," ujarnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan program magang nasional akan kembali dibuka pada 2026.
Airlangga belum menjelaskan kapan pastinya program magang fresh graduate itu kembali dibuka pada 2026. Kendati demikian, dia memastikan bahwa target kepesertaan sebanyak 100.000 lulusan baru perguruan tinggi, sama seperti target 2025.
“Tentunya kita akan lanjutkan program ini di tahun depan dengan [target] 100.000 juga. Kita ketahui biasanya perusahaan masa percobaan 3 bulan, tetapi ini enam bulan kita berikan kesempatan,” ujar Airlangga dalam Kompas100 CEO Forum, Rabu (26/11/2025).




