Strategi BYD Kuasai Pasar BEV Nasional: Satu Merek Lengkap di Semua Segmen

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ramai, BYD memilih jalur berbeda dibandingkan banyak kompetitornya. Alih-alih fokus pada satu atau dua model unggulan, pabrikan asal China ini membangun portofolio produk yang mencakup hampir seluruh segmen utama pasar otomotif Indonesia.

Strategi tersebut membuat BYD tidak hanya hadir sebagai pemain EV, tetapi sebagai merek yang menawarkan solusi mobilitas untuk berbagai lapisan konsumen.

Langkah ini terlihat dari kehadiran BYD ATTO 1 di segmen entry-level. Model low hatchback ini menyasar pembeli mobil pertama dan konsumen yang baru beralih ke kendaraan listrik. Dengan harga yang kompetitif dan biaya operasional yang rendah, ATTO 1 menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal teknologi EV tanpa harus mengeluarkan dana besar.

"Kalau kita lihat segmen pasar, mulai dari premium, middle, sampai entry level, semuanya sudah kami isi dengan produk-produk yang cukup diminati masyarakat. Artinya, upaya BYD untuk memenuhi seluruh segmen pasar ini sudah berjalan dengan baik," Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Di atas segmen entry-level, BYD juga memperkuat posisinya lewat ATTO 3 dan Sealion 7 yang bermain di kelas SUV dan crossover. Kedua model ini menyasar konsumen muda hingga keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan serbaguna dengan desain modern dan fitur teknologi lengkap.

Untuk melengkapi pilihan yang sudah ada, BYD turut menghadirkan varian baru ATTO 3 Advanced Plus dan Sealion 7 Extended, yang dirancang menyesuaikan kebutuhan serta preferensi konsumen di segmen menengah.

Pada ATTO 3, varian Advanced Plus diposisikan di tengah antara tipe standar dan varian tertinggi. Model ini mendapat tambahan fitur kenyamanan seperti panoramic sunroof, power back door, wireless charger, hingga layar infotainment lebih besar. Dari sisi tampilan, pelek 18 inci dan roof rail juga membuatnya terlihat lebih premium.

Sementara itu, untuk Sealion 7 Extended, perbedaannya lebih mengarah ke aspek daya jelajah. Varian ini mengusung kapasitas baterai yang lebih besar, sehingga jarak tempuhnya lebih panjang dalam sekali pengisian daya.

Kehadiran varian baru tersebut memperluas opsi bagi konsumen, baik yang mengutamakan fitur kenyamanan, jarak tempuh, maupun karakter berkendara. Karakter berkendara yang nyaman serta performa yang seimbang.

Untuk pasar keluarga, BYD mengandalkan M6 sebagai MPV listrik andalan. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia yang mengutamakan kabin luas, kenyamanan, dan efisiensi. Sejak peluncurannya, M6 mencatatkan penjualan yang konsisten dan menjadi salah satu bukti bahwa kendaraan listrik mulai diterima sebagai mobil utama, bukan lagi sekadar kendaraan kedua.

Sementara itu, di segmen premium, BYD menghadirkan lini DENZA sebagai representasi kendaraan listrik mewah. Melalui model seperti DENZA D9, BYD menyasar konsumen kelas atas yang menginginkan kombinasi kenyamanan, teknologi, dan citra eksklusif. Kehadiran DENZA memperkuat citra BYD sebagai grup otomotif yang mampu bermain di berbagai level harga dan kelas.

"Di segmen atas kami sudah memiliki produk yang representatif. Namun, di segmen tengah pun kami terus menghadirkan lini-lini baru. Bahkan, kami juga mengembangkan berbagai varian untuk mengisi celah pasar yang ada, sekaligus menyesuaikan dengan preferensi konsumen," lanjutnya.

Strategi menyapu seluruh segmen ini membuat BYD tidak bergantung pada satu model atau satu kelompok konsumen saja. Ketika permintaan di satu segmen melambat, segmen lain dapat menjadi penopang penjualan. Pola ini menciptakan struktur bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko fluktuasi pasar.

"Apakah konsumen lebih fokus pada fitur, harga yang terjangkau, atau jarak tempuh, semuanya kami coba penuhi. Intinya, kami berupaya memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan. Saat ini, bisa dibilang BYD merupakan brand kendaraan listrik dengan lini produk yang paling lengkap di pasar," terangnya.

Pendekatan tersebut juga didukung oleh pengembangan teknologi yang bersifat modular dan terintegrasi. Platform elektronik, sistem baterai, hingga motor listrik yang digunakan BYD dapat diaplikasikan ke berbagai model dengan karakter berbeda. Dengan demikian, efisiensi produksi tetap terjaga meski lini produknya sangat beragam. Hal ini memungkinkan BYD menjaga harga tetap kompetitif di setiap segmen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketum PPP Mardiono Tegaskan Kader PPP di Daerah Jadi Penentu Nasib Partai di Masa Depan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
PBSI Uji Skema Rangkap Apriyani/Lanny di China Masters, Siapkan Regenerasi Ganda Campuran
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Zulhas Sebut 80 Ribu Kopdes Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja
• 54 menit laluidxchannel.com
thumb
Airlangga Beberkan Langkah Strategis Pacu Target Pertumbuhan Ekonomi
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.