Liputan6.com, Jakarta - Penelitian sensor pestisida inovatif milik dosen Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Munawar Khalil terpilih sebagai salah satu Most Popular 2025 Articles di jurnal Nanoscale terbitan Royal Society of Chemistry (RSC), Inggris.
Penghargaan ini diraih sebagai artikel yang paling banyak dibaca dan diunduh sepanjang 2025.
Advertisement
Riset berjudul ‘Ultrasensitive non-enzymatic electrochemical detection of paraoxon-ethyl in fruit samples using 2D Ti₃C₂Tₓ/MWCNT-OH’ merupakan hasil kolaborasi antara FMIPA UI dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta A*STAR Singapura.
"Kolaborasi itu memperkaya perspektif riset dan membantu menjaga standar penelitian sejak perancangan eksperimen hingga publikasi di jurnal bereputasi," ujar Khalil, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Universitas Indonesia www.ui.ac.id, Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam risetnya, Khalil menawarkan solusi inovatif untuk mendukung keamanan pangan, khususnya pada produk hortikultura.
Sensor yang dikembangkan mampu mendeteksi residu pestisida secara cepat, stabil, dan akurat, serta dirancang agar mudah digunakan dan berbiaya relatif terjangkau.
Teknologi ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai alat skrining langsung di pasar tradisional, pusat distribusi, ataupun kegiatan pengawasan lapangan.
"Penelitian ini kami arahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, yaitu metode deteksi residu pestisida yang sensitif, stabil, dan tidak bergantung pada enzim," ucap Khalil.




