Kilau Bandeng di Rawa Belong, Tradisi Betawi Sambut Imlek yang Berbuah Cuan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jalan Rawa Belong, Jakarta Barat, mendadak jadi pasar ikan jelang Imlek. Lapak-lapak pedagang penjual ikan bandeng memenuhi jalanan menuju ke arah Pasar Bunga Rawa Belong itu.

Di tiap lapak, tampak bandeng-bandeng jumbo berjajar. Mereka tampak berkilau, sebab sisiknya yang putih memantulkan cahaya matahari.

Suharni, menjadi salah satu yang menjajakan dagangannya di sana. Ia turut bergabung dengan pedagang lain yang turut serta dalam 'Festival Bandeng Rawa Belong'.

Total, dalam festival ini, dia bersama rekanannya membawa 8 ton bandeng.

"Bukan berapa kilo, 8 ton," ujar Suharni saat ditemui, Sabtu (14/2).

Ukuran bandeng yang dijajakan Suharni memang tak main-main. Ukuran paling kecilnya 3-4 kilogram, sementara yang paling besar bisa mencapai 15 kilogram.

"Paling gede ikannya 15 kilo. Dibeli sama Bapak Gubernur," beber dia.

Selama sekitar 4 hari berjualan di festival, Suharni mengaku sudah meraup untung yang besar. Pendapatannya sangat jauh berbeda dengan hari-hari biasanya.

"Kami di Muara Angke kalau hari-harinya. Ya alhamdulillah. Iya. Lebih (dari 100 persen keuntungannya)," ucap Suharni.

"Iya, jualan bandeng tiap Imlek doang. Karena sudah tradisi orang Betawi katanya gitu," tambah dia.

Penjual bandeng lainnya, Ali, mengaku membawa 3 kuintal bandeng ke festival ini. Beberapa hari ini, sudah 2 kuintal lebih dagangannya laku terjual.

Namun, menurut Ali, festival tahun lalu lebih ramai dibandingkan yang sekarang.

"Kalau yang kemarin itu acaranya memang cukup meriah," kata Ali.

Sementara itu, Yulia, warga Palmerah sengaja datang ke festival ini untuk memborong bandeng. Dia membeli 2 ekor untuk merayakan Imlek.

Dia bercerita, bandeng memang biasa digunakan untuk disuguhkan kepada leluhur.

"Iya, saya mah Imlek juga. Kan buat sembahyang para leluhur, kita beli ginian, beli bandeng," ungkap Yulia.

Dahulu, menurutnya, para leluhur memang menyukai bandeng. Tradisi ini yang terus dijaga secara turun-temurun.

"Karena dulunya leluhur kan emang suka makan bandeng. Dulunya semasa hidupnya suka makan bandeng. Jadi pas dia udah meninggal, ya kita suguhinnya bandeng juga gitu," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Hasil Pisa vs AC Milan 1-2: Modric jadi Pahlawan! Rossoneri Susah Payah Tekuk Juru Kunci
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Soal Dugaan Narkoba Kapolres Bima Kota, Lemkapi Minta Propam Usut Tuntas
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Jakarta diselimuti nuansa perayaan menjelang Tahun Baru Imlek
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Harga 4 Kripto Naik Tinggi Hari Ini, Bitcoin Perkasa Banget
• 6 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.