Jakarta diselimuti nuansa perayaan menjelang Tahun Baru Imlek

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Alih-alih pulang ke rumah usai seharian bekerja, sore hari Lili sudah bersiap dengan pakaian serba merah menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Bersama ratusan warga lainnya, perempuan 52 tahun itu tampak sangat antusias saat kelompok paduan suara pelajar dan band menyanyikan lagu-lagu berbahasa Mandarin dalam perayaan Imlek yang digelar meriah oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta tepat di pusat ikon Jakarta itu.

"Selama saya bekerja di Jakarta, tahun ini mungkin menjadi perayaan Imlek terbesar dan termeriah yang pernah saya lihat," ujar Lili yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang karyawan kantoran tak jauh dari lokasi acara.

Pohon-pohon di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dihias dengan lampu dengan nuansa merah dan emas, yang sering kali dianggap melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Ada juga sejumlah instalasi cahaya bertema kuda, dekorasi pohon meihua hingga penampilan barongsai dan tari naga.

Perayaan Imlek tahun ini memang dibuat lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya karena tidak hanya akan berlangsung di satu titik saja di Bundaran HI, tetapi juga di sejumlah tempat di Jakarta. Sejumlah halte bus dan stasiun kereta, serta area perkantoran di sepanjang jantung ibu kota juga bersolek dengan pernak-pernik khas Imlek.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Agung dan Wakil Gubernur Rano Karno hadir langsung membuka dimulainya rangkaian perayaan Imlek yang direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. "Tahun kuda api melambangkan keberanian dan pembaruan, harapannya Jakarta ke depan akan menjadi lebih baik untuk warganya," kata sang gubernur.

Kemeriahan Imlek tahun ini tidak hanya menjadi perayaan eksklusif bagi komunitas Tionghoa melainkan bagi masyarakat ibu kota secara umum. Tidak sedikit warga yang sengaja hadir dalam perayaan Jumat (13/2) malam untuk menyaksikan berbagai penampilan hiburan, termasuk berfoto bersama sejumlah instalasi cahaya warna-warni.


Ira (23) dan rekannya mengatakan sudah menunggu sejak sore hari untuk bisa melihat langsung instalasi kuda raksasa di tengah air mancur Bundaran HI menyala dengan merah terang saat malam. Tidak lupa, dia merekam beragam penampilan seni dan kebudayaan Tionghoa, sesuatu yang baginya masih sangat kurang familiar.

"Acara semacam ini perlu rutin digelar oleh pemerintah Jakarta agar masyarakat seperti saya bisa tahu lebih banyak bahwa masyarakat di Jakarta ini sangat beragam," ujarnya saat ditemui sedang menyaksikan sekelompok penyanyi membawakan tembang-tembang berbahasa Mandarin.

Jakarta sejak lama telah menjadi rumah bagi komunitas Tionghoa di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, Jakarta merupakan provinsi dengan jumlah penduduk keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia, yang mencapai lebih dari 600.000 jiwa atau sekitar 22 persen dari populasi komunitas Tionghoa nasional.

Selama tiga pekan ke depan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat menyiapkan sejumlah kegiatan perayaan Imlek, termasuk mengajak sejumlah gedung perkantoran di sepanjang jalan utama di Jakarta untuk menghias trotoar dengan hiasan bertema Imlek. Rangkaian Imlek ini termasuk instalasi cahaya di Monumen Nasional (Monas), festival cahaya di Kota Tua Jakarta, festival Imlek nasional di Taman Lapangan Banteng, hingga perayaan Cap Go Meh di kawasan Pecinan Glodok pada awal Maret.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri! Detik-Detik Sinkhole Raksasa Muncul di Shanghai China, Telan Badan Jalan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Serunya Belajar Bersama di Trotoar Malioboro
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Belajar Ngonten Tak Boleh Hanya Teori, Butuh Praktik Langsung
• 55 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Ini Tentang AKBP Didik, 1 Koper Narkoba, dan 2 Wanita
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Tayang di Vidio, One Pride MMA Tampil Beda Prioritaskan Fighter ke Level Dunia
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.