Said Abdullah: Kader PDIP Tidak Boleh Lambat Hadapi Persoalan Rakyat

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader partai di berbagai tingkatan meningkatkan sensitivitas terhadap dinamika sosial di daerah serta merespons cepat persoalan masyarakat.

Menurut Said, partai tidak boleh lambat dalam menyikapi berbagai persoalan yang tengah dihadapi warga, terutama di tengah meningkatnya tantangan sosial dan ekonomi di sejumlah wilayah.

BACA JUGA: Said Abdullah Sebut Rencana Pertemuan Mega dan Prabowo Bukan Soal Bagi-bagi Kursi

“Ketika rakyat menghadapi persoalan, kader PDI Perjuangan tidak boleh menunggu. Respons harus cepat, terkoordinasi, dan solutif. Partai harus hadir bersama rakyat, bukan sekadar menjadi penonton,” kata Said saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur di Kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, Sabtu (14/2).

Dia menyebut sejumlah persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat saat ini antara lain meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif atau terhapus dari sistem, serta dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.

BACA JUGA: PDIP dan Rocky Gerung Tanam Mangrove di Gunung Anyar untuk Mitigasi Bencana

Selain itu, masyarakat juga menghadapi tekanan kenaikan harga bahan pokok, bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran, serta berbagai keluhan layanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi forum konsolidasi organisasi untuk memperkuat respons partai terhadap persoalan masyarakat di daerah.

BACA JUGA: Hasto Tegaskan PDIP Jalankan Fungsi Penyeimbang dengan Menolak Pilkada Tidak Langsung

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan pihaknya meminta seluruh DPC membangun sistem respons cepat yang terintegrasi dengan fraksi DPRD dan kepala daerah dari PDI Perjuangan.

“Penanganan persoalan rakyat harus dilakukan secara kolaboratif antara struktur partai, legislatif, dan eksekutif sebagai satu kesatuan gerak tiga pilar,” ujar Deni.

Sebagai langkah konkret, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong pembentukan Call Center Tiga Pilar di daerah yang dipimpin kepala daerah dari PDIP. Layanan tersebut dirancang sebagai pusat pengaduan masyarakat yang mudah diakses.

Menurut Deni, setiap unsur tiga pilar yang meliputi pengurus DPC, anggota Fraksi PDIP DPRD, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah setempat, diwajibkan mempublikasikan nomor layanan aktif sebagai kanal resmi pengaduan masyarakat.

“Setiap laporan yang masuk ditargetkan bisa ditindaklanjuti maksimal dalam waktu empat jam secara kolaboratif,” tuturnya.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat respons pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kader PDI Perjuangan di daerah. (mcr12/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Final Liga 4 Lampung Ricuh, Wasit Dikejar dan Dipukul usai Anulir Gol
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Tebang Pilih Sanksi SPPG di Pangkep, Peluru Hekter di Tahu Tetap Buka, Foto Kentang Langsung Tutup
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Robert Kiyosaki Blak-Blakan, Banyak Orang Salah Siapkan Uang Pensiun
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenangan beruntun PSG usai setelah takluk dari Rennes 1-3
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Iptu Zulfikar Pimpin Langsung Operasi Hari Keenam Pencarian Nelayan di Newport
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.