CEO Amazon Web Services (AWS), Matt Garman, menepis kemungkinan pembangunan data center di luar angkasa. Dia bilang ide itu tidak ekonomis, sekaligus mematahkan ide besar dua pemimpin teknologi global lainnya, yaitu CEO SpaceX Elon Musk, dan CEO Google Sundar Pichai.
"Ini sama sekali tidak ekonomis," kata Garman, di Cisco AI Summit yang digelar di San Francisco, AS, pada Februari 2026 ini.
Dia menyebut tingginya biaya peluncuran muatan dari Bumi ke luar orbit, juga kapasitas roket yang tidak besar, belum mendukung infrastruktur data center yang dibutuhkan. Garman menegaskan hambatan praktis ini membuat konsep tersebut mustahil, bahkan dalam beberapa mendatang.
"Saat ini belum ada cukup roket untuk meluncurkan satu juta satelit, jadi kita masih sangat jauh dari itu. Jika Anda memikirkan biaya untuk mengirim muata ke luar angkasa saat ini, itu sangat besar," katanya, mengutip Reuters.
AWS sendiri, saat ini adalah penyedia layanan cloud terbesar di dunia, yang dipercaya oleh banyak perusahaan besar untuk menyediakan layanan digital.
Wacana membangun data center di luar angkasa muncul seiring pesatnya pembangunan data center untuk pelatihan AI dan menyediakan solusi AI, yang menuntut daya komputasi dan pendinginan yang sangat besar, sehingga mendorong penyedia data center dan cloud untuk mengeksplorasi solusi alternatif.
Sementara Elon Musk dan Sundar Pichai, sama-sama menyatakan ambisi mereka untuk membangun data center untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa. Mereka ingin mengurangi ketergantungan pada sumber daya di Bumi, dan mengandalkan tenaga matahari untuk menjalankan data center itu.
Bulan lalu, Musk mengumumkan penggabungan perusahaan SpaceX dan xAI. Salah satu alasannya, untuk membangun sistem pendukung bagi pengembangan pusat data di luar angkasa.
Dalam sebuah memo, Musk mengatakan hal itu akan sangat penting karena "permintaan listrik global untuk kebutuhan AI tidak dapat dipenuhi dengan solusi yang berbasis di Bumi."
Pada November 2025, Google mengumumkan Project Suncatcher. Ini adalah inisiatif pusat data orbital yang dipimpin Pichai, yang dapat memulai peluncurannya paling cepat pada tahun 2027.





