Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia resmi akan menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi Kejuaraan Tinju Asia U23 & Youth 2026. Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) berharap ajang ini bisa menjadi momentum mengulang prestasi di masa lalu.
Kabar ini diumumkan langsung oleh PERTINA, di mana kejuaraan yang juga bernama IBA Asian U23 and Youth Men & Women Open Boxing Championships 2026 akan digelar di Jakarta mulai 5 April mendatang.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M mengatakan bahwa ditunjuk sebagai tuan rumah tentu menjadi kehormatan tersendiri bagi Indonesia.
Keputusan menunjuk Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Tinju Asia U23 & Youth 2026 juga sekaligus menjadi bukti kepercayaan dunia internasional terhadap kepemimpinan baru di tubuh PERTINA.
Hillary Lasut mengatakan bahwa PERTINA memang memiliki target untuk mendongkrak prestasi tinju Indonesia, serta mendukung regenerasi cabang olahraga tersebut.
"Kami memiliki manajemen dan kepemimpinan baru yang memang berorientasi pada kemajuan tinju. Target kami jelas untuk mencapai prestasi baru selangkah demi selangkah dan mendukung generasi muda yang merupakan akar rumput dari olahraga ini," kata Hillary.
Ditunjuknya Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Tinju Asia U23 & Youth 2026 tentunya tak hanya terasa sangat spesial, namun juga membawa memori lama di benak para pecinta tinju tanah air.
Pasalnya, Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah Kejuaraan Tinju Asia ialah pada tahun 1977 silam. Saat itu dua petinju legendaris tanah air yakni Syamsul Anwar Harahap dan Benny Maniani, berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk tim Merah Putih.
Sehingga Hillary Lasut berharap bahwa ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah pada edisi 2026 kali ini, bisa menjadi momentum lahirnya juara-juara baru yang mengikuti jejak para legenda tersebut.
"U23 dan Youth adalah masa depan kita. Mereka memimpikan emas internasional, dan tugas kami adalah memfasilitasi mimpi tersebut menjadi kenyataan di tanah air sendiri," tukas Hillary.
Selain itu Hillary Lasut juga tak kuasa mengungkapkan rasa bangganya melalui akun media sosial pribadinya. Sebab hal ini menjadi sejarah bagi Indonesia khususnya dunia tinju tanah air.




