jpnn.com, JAKARTA - Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) mengapresiasi kinerja cepat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Chairman IBSW, Nova Andika, menilai capaian pemulihan dalam dua bulan terakhir menjadi preseden positif bagi wajah birokrasi pelayanan publik di Indonesia.
BACA JUGA: Moeldoko Segera Laporkan ICW ke Polisi, IBSW Sebut Hal yang Wajar
Dia menyoroti sinergi antarkementerian, lembaga, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah yang berjalan efektif dengan hambatan birokrasi yang minim.
"Ini adalah wujud nyata dari birokrasi yang melayani (serving bureaucracy), bukan sekadar birokrasi administratif,” ujar Nova di Jakarta, Jumat (13/2).
BACA JUGA: Langkah Responsif Kemendagri Meringankan Beban Korban Bencana Diapresiasi IBSW
Nova mengutip data yang disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, antara lain pembangunan 5.500 unit rumah dalam dua bulan, perbaikan 98 jembatan, serta pemulihan 99 ruas jalan nasional.
Menurutnya, capaian tersebut tergolong luar biasa di tengah kondisi pascabencana. IBSW juga mengapresiasi percepatan pemulihan layanan dasar dan ekonomi.
BACA JUGA: IBSW Minta Inspektorat Periksa Pemda yang Realisasi APBD-nya di bawah 25 Persen
Beroperasinya kembali 87 rumah sakit, 867 puskesmas, hampir seluruh sekolah, serta lebih dari seratus pasar rakyat dan ratusan gerai swalayan dinilai menunjukkan fokus pemerintah tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga aktivitas masyarakat.
Selain itu, IBSW menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menjaga stabilitas arus informasi dan jaringan telekomunikasi.
Langkah pendirian Media Center Terpadu dan posko informasi di wilayah terdampak dinilai efektif mendukung koordinasi sekaligus menangkal hoaks di masa krisis.
Dia menuturkan bahwa pemulihan sektor ekonomi, kesehatan, dan komunikasi dalam waktu singkat ini sangat krusial.
IBSW sangat mengapresiasi instruksi langsung Presiden Prabowo yang secara spesifik meminta agar ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di daerah terdampak bencana dipastikan aman menjelang bulan suci Ramadan.
"Ini menunjukkan empati dan kepemimpinan yang peka terhadap kondisi riil di akar rumput,” pungkasnya. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


