Beijing, VIVA – Mobil listrik kerap hadir dengan siklus pengembangan yang jauh lebih cepat dibanding mobil konvensional. Tak heran jika ada model yang belum lama beredar, namun sudah harus berhenti diproduksi karena strategi pembaruan teknologi.
Salah satu yang sedang diperbincangkan adalah keputusan Xiaomi menghentikan produksi sedan listrik SU7 generasi pertama. Padahal, mobil ini baru mulai dikirim ke konsumen pada April 2024 dan langsung viral di pasar otomotif China.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina Sabtu 14 Februari 2026. Ia mengungkapkan bahwa unit terakhir SU7 generasi awal sudah resmi keluar dari jalur produksi.
Mobil terakhir yang dibuat disebut berwarna hijau zaitun dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju pemiliknya di Xi’an. Momen itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya produksi model yang sempat mencuri perhatian sejak pertama kali diperkenalkan.
Dalam waktu kurang dari dua tahun, performa penjualannya terbilang luar biasa untuk ukuran pendatang baru di industri otomotif. Total pengiriman SU7 generasi pertama sudah menembus lebih dari 381 ribu unit.
Sekitar 130 ribu unit berhasil didistribusikan dalam sembilan bulan pertama tahun 2024. Lalu sepanjang 2025, jumlah pengiriman meningkat pesat hingga mencapai sekitar 258 ribu unit.
Capaian tersebut membuat SU7 menjadi salah satu sedan listrik yang paling banyak dibicarakan di China. Mobil ini bahkan berhasil mendominasi segmen sedan premium dengan harga di atas 200 ribu yuan atau setara sekitar Rp450 jutaan.
Bukan hanya bersaing dengan sesama mobil listrik, SU7 juga mampu mengungguli penjualan sedan bermesin bensin di kelas yang sama. Posisi ini menjadikannya salah satu model paling kuat di segmen premium dalam waktu singkat.
Kesuksesan itu disebut tidak lepas dari strategi harga yang dinilai menarik serta performa yang ditawarkan. Xiaomi juga memanfaatkan ekosistem perangkat pintar mereka untuk menciptakan pengalaman berkendara yang terasa modern dan terhubung.
Di rentang harga 200 ribu hingga 300 ribu yuan atau kira-kira Rp450 jutaan sampai Rp680 jutaan, mobil ini dianggap punya daya tarik besar bagi konsumen muda. Desain futuristis serta citra merek teknologi turut memperkuat popularitasnya di pasar.




