Jakarta (ANTARA) - Pebasket Sacramento Kings Zach LaVine dilaporkan akan absen hingga akhir musim NBA 2025-2026 karena harus menjalani operasi pada tangan kanannya usai jeda All-Star 2026.
Laman NBA, Sabtu, menyatakan guard tersebut menjalani prosedur operasi untuk menangani cedera yang dialaminya, sehingga tidak dapat melanjutkan sisa kompetisi musim ini bersama Kings.
Sebelum cedera, pemain berumur 30 tahun itu telah tampil dalam 39 pertandingan dengan catatan rata-rata 19,2 poin per laga (ppg), serta akurasi tembakan mencapai 47,9 persen.
Kehilangan LaVine menjadi pukulan telak bagi Kings yang tengah berupaya menjaga persaingan di Wilayah Barat.
Sebab, sejak bergabung dengan tim itu, dia menjelma menjadi salah satu opsi utama dalam serangan tim berkat kemampuan mencetak angka dan pengalaman yang dimilikinya di NBA.
Pemenang Slam Dunk Contest NBA edisi 2015 dan 2016 itu didatangkan Kings pada musim lalu melalui kesepakatan pertukaran tiga tim saat batas akhir transfer pemain.
Sejak saat itu, LaVine diharapkan dapat menambah daya gedor tim dan memperkuat lini belakang dalam persaingan menuju babak playoff.
Pihak klub belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses pemulihannya. Namun, laporan menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan sang pemain pulih sepenuhnya sebelum kembali tampil pada musim berikutnya.
Absennya LaVine membuat Sacramento Kings kemungkinan harus melakukan penyesuaian rotasi pemain untuk menutup kekosongan peran di lini guard hingga akhir musim kompetisi berlangsung.
Baca juga: Chris Paul pensiun usai 21 musim di NBA
Baca juga: LeBron James catat penampilan All-Star ke-21 pada usia 41
Baca juga: Edgecombe MVP Rising Stars NBA 2026, bawa Team Vince juara
Laman NBA, Sabtu, menyatakan guard tersebut menjalani prosedur operasi untuk menangani cedera yang dialaminya, sehingga tidak dapat melanjutkan sisa kompetisi musim ini bersama Kings.
Sebelum cedera, pemain berumur 30 tahun itu telah tampil dalam 39 pertandingan dengan catatan rata-rata 19,2 poin per laga (ppg), serta akurasi tembakan mencapai 47,9 persen.
Kehilangan LaVine menjadi pukulan telak bagi Kings yang tengah berupaya menjaga persaingan di Wilayah Barat.
Sebab, sejak bergabung dengan tim itu, dia menjelma menjadi salah satu opsi utama dalam serangan tim berkat kemampuan mencetak angka dan pengalaman yang dimilikinya di NBA.
Pemenang Slam Dunk Contest NBA edisi 2015 dan 2016 itu didatangkan Kings pada musim lalu melalui kesepakatan pertukaran tiga tim saat batas akhir transfer pemain.
Sejak saat itu, LaVine diharapkan dapat menambah daya gedor tim dan memperkuat lini belakang dalam persaingan menuju babak playoff.
Pihak klub belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses pemulihannya. Namun, laporan menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan sang pemain pulih sepenuhnya sebelum kembali tampil pada musim berikutnya.
Absennya LaVine membuat Sacramento Kings kemungkinan harus melakukan penyesuaian rotasi pemain untuk menutup kekosongan peran di lini guard hingga akhir musim kompetisi berlangsung.
Baca juga: Chris Paul pensiun usai 21 musim di NBA
Baca juga: LeBron James catat penampilan All-Star ke-21 pada usia 41
Baca juga: Edgecombe MVP Rising Stars NBA 2026, bawa Team Vince juara





