Bank Indonesia (BI) kembali membuka layanan penukaran uang Rupiah untuk Idulfitri 2026 melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, dengan pemesanan penukaran dilakukan secara daring melalui Aplikasi PINTAR dan jadwal bertahap mulai 13 Februari hingga 27 Februari 2026.
Dalam program SERAMBI 2026 yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun, dengan Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang.
“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga yang menguat, serta kebutuhan sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan, seluruh pemesanan penukaran dilakukan melalui Aplikasi PINTAR. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran sesuai kebutuhan. Pada 2026, BI menyiapkan Rp8,6 triliun khusus untuk layanan penukaran dengan nominal Rp5,3 juta per paket.
Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang diselenggarakan oleh BI dan perbankan di seluruh Indonesia. Penukaran dapat dilakukan melalui kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.
Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12–15 Maret 2026 d GBK Basketball Hall, Senayan.
Jadwal Pemesanan PenukaranPembukaan kuota penukaran dilakukan dalam dua tahap:
Tahap pertama:
-
Pulau Jawa: mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB
-
Luar Pulau Jawa: mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
Tahap kedua:
-
Pulau Jawa: mulai 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
-
Luar Pulau Jawa: mulai 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB
Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode Idulfitri, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital melalui mobile dan internet banking, termasuk BI-FAST dan QRIS.
“Bank Indonesia mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” kata Ricky.
Selain itu, BI kembali mengimbau masyarakat mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat Rupiah dengan prinsip 5J, guna menjaga kualitas uang beredar selama Ramadan dan Idulfitri 2026.





