Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Sean Gelael menargetkan kemenangan pada ajang 24 Hours of Le Mans musim ini sebagai bagian dari ambisi meraih gelar juara dunia balap ketahanan.
Sean mengatakan dalam dua tahun terakhir timnya selalu berada dalam posisi kompetitif, termasuk dua kali finis sebagai runner-up di FIA World Endurance Championship serta dua kali menjadi runner-up di Le Mans.
“Tahun lalu, bahkan dua tahun terakhir, kami sebenarnya selalu berada dalam posisi win in the bag di ajang WEC maupun GT World Challenge. Kami juga meraih beberapa podium, tetapi sayangnya persaingan menuju gelar juara selalu terhenti di balapan sebelum terakhir. Selisihnya sangat tipis, namun musim ini kami kembali dengan semangat baru," kata Sean saat ditemui di Jakarta, Sabtu.
Pembalap yang kini membela tim AF Corse 51 itu menilai peluang untuk meraih gelar musim ini tetap terbuka, meskipun hasil akhir kompetisi tidak dapat dipastikan.
“Dari sisi potensi, peluang itu selalu ada. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami sudah dua kali finis sebagai runner-up di WEC. Begitu juga di Le Mans, kami dua kali menjadi runner-up. Jadi, insya Allah, semoga tahun ini menjadi tahunnya kami. Namun, kami juga sadar bahwa hasil akhir tidak ada yang tahu. Kami hanya bisa bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan sisanya kami serahkan kepada Tuhan," ujarnya.
Menurut Sean, musim ini ia akan menjalani total 18 balapan di berbagai ajang, dengan empat seri telah dilalui. Ia menyebut peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara secara realistis masih cukup besar.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga gandeng AF Corse 51 dan Sean Gelael untuk 2026
“Secara realistis, peluang untuk bersaing di perebutan gelar juara musim ini masih cukup besar, bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap musim, alhamdulillah, kami selalu mampu berada di posisi teratas klasemen sementara. Namun memang, untuk gelar juara akhir, kami belum berhasil meraihnya. Karena itu, target kami jelas, yakni menjadi juara," kata Sean.
Selain membidik gelar umum, Sean menegaskan target pribadinya adalah memenangi Le Mans 24 Hours yang dinilainya sebagai balapan paling prestisius dalam kalender endurance.
“Target pribadi saya yang paling besar tentu ingin memenangkan Le Mans 24 Hours. Itu adalah balapan yang sangat prestisius. Jika bisa menang di sana, kami benar-benar akan tercatat dalam sejarah," ujarnya.
Meski optimistis, Sean tetap menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi sepanjang musim, serta menyadari banyak faktor teknis yang memengaruhi hasil di lintasan.
Dengan pengalaman dua kali menjadi runner-up di level dunia, Sean menyebut musim ini menjadi momentum baru untuk mengakhiri tren nyaris juara dan merebut gelar yang selama ini belum berhasil diraih.
Baca juga: Qarrar Firhand juara heat 1 WSK Viterbo jelang debut F4
Baca juga: Qarrar Firhand menangi heat seri pembuka WSK Super Master 2026
Sean mengatakan dalam dua tahun terakhir timnya selalu berada dalam posisi kompetitif, termasuk dua kali finis sebagai runner-up di FIA World Endurance Championship serta dua kali menjadi runner-up di Le Mans.
“Tahun lalu, bahkan dua tahun terakhir, kami sebenarnya selalu berada dalam posisi win in the bag di ajang WEC maupun GT World Challenge. Kami juga meraih beberapa podium, tetapi sayangnya persaingan menuju gelar juara selalu terhenti di balapan sebelum terakhir. Selisihnya sangat tipis, namun musim ini kami kembali dengan semangat baru," kata Sean saat ditemui di Jakarta, Sabtu.
Pembalap yang kini membela tim AF Corse 51 itu menilai peluang untuk meraih gelar musim ini tetap terbuka, meskipun hasil akhir kompetisi tidak dapat dipastikan.
“Dari sisi potensi, peluang itu selalu ada. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami sudah dua kali finis sebagai runner-up di WEC. Begitu juga di Le Mans, kami dua kali menjadi runner-up. Jadi, insya Allah, semoga tahun ini menjadi tahunnya kami. Namun, kami juga sadar bahwa hasil akhir tidak ada yang tahu. Kami hanya bisa bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan sisanya kami serahkan kepada Tuhan," ujarnya.
Menurut Sean, musim ini ia akan menjalani total 18 balapan di berbagai ajang, dengan empat seri telah dilalui. Ia menyebut peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara secara realistis masih cukup besar.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga gandeng AF Corse 51 dan Sean Gelael untuk 2026
“Secara realistis, peluang untuk bersaing di perebutan gelar juara musim ini masih cukup besar, bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap musim, alhamdulillah, kami selalu mampu berada di posisi teratas klasemen sementara. Namun memang, untuk gelar juara akhir, kami belum berhasil meraihnya. Karena itu, target kami jelas, yakni menjadi juara," kata Sean.
Selain membidik gelar umum, Sean menegaskan target pribadinya adalah memenangi Le Mans 24 Hours yang dinilainya sebagai balapan paling prestisius dalam kalender endurance.
“Target pribadi saya yang paling besar tentu ingin memenangkan Le Mans 24 Hours. Itu adalah balapan yang sangat prestisius. Jika bisa menang di sana, kami benar-benar akan tercatat dalam sejarah," ujarnya.
Meski optimistis, Sean tetap menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi sepanjang musim, serta menyadari banyak faktor teknis yang memengaruhi hasil di lintasan.
Dengan pengalaman dua kali menjadi runner-up di level dunia, Sean menyebut musim ini menjadi momentum baru untuk mengakhiri tren nyaris juara dan merebut gelar yang selama ini belum berhasil diraih.
Baca juga: Qarrar Firhand juara heat 1 WSK Viterbo jelang debut F4
Baca juga: Qarrar Firhand menangi heat seri pembuka WSK Super Master 2026





