WMoto Porter 125 Tampangnya Mirip Honda CT125

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Honda CT125 selama ini dikenal sebagai salah satu motor bebek petualang paling ikonik di kelasnya. Desainnya yang mengusung gaya retro klasik berpadu dengan sentuhan modern membuat motor ini punya daya tarik kuat, terutama bagi pecinta gaya “kalcer” yang ingin tampil beda. Karakter unik tersebut membuat CT125 bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari gaya hidup.

Motor ini dirancang sebagai bebek dual purpose yang siap diajak menjelajah berbagai kondisi jalan. Setang tinggi memberikan posisi berkendara lebih tegak dan nyaman, terutama saat melintasi jalur semi off-road. Bagian bawah mesin dilengkapi pelindung atau skid plate untuk meminimalkan risiko benturan saat melewati jalan berbatu. Knalpotnya juga didesain menjulang ke atas, sehingga relatif aman saat melibas genangan air atau jalur berlumpur ringan.

Namun, semua keunggulan dan citra premium tersebut datang dengan konsekuensi harga yang tidak ramah di kantong. Pada 2026, banderol CT125 menyentuh kisaran Rp 82 jutaan. Nominal tersebut tentu membuat banyak penggemar harus berpikir ulang, apalagi jika motor ini hanya digunakan untuk kebutuhan harian dan sesekali touring santai.

Bagi konsumen yang lebih fleksibel dalam memilih merek, kini hadir alternatif yang secara tampilan dan konsep cukup serupa, yakni WMoto Porter 125. Motor ini mengusung desain bebek trail bergaya retro dengan aura petualang yang kental. Sekilas, siluetnya memang mengingatkan pada CT125, mulai dari proporsi bodi hingga detail knalpot yang menekuk ke atas.

Dari sisi desain, Porter 125 menampilkan lampu utama bundar yang sudah menggunakan teknologi LED lengkap dengan Daytime Running Light (DRL). Elemen ini memperkuat kesan modern meski basis tampilannya klasik. Posisi setang dibuat cukup tinggi untuk mendukung ergonomi berkendara yang santai sekaligus siap diajak melintasi jalanan tidak rata.

Suspensi depan model teleskopik panjang memberikan kesan gagah layaknya motor sport ringan. Pada bagian as shock juga dilengkapi pelindung karet untuk mengurangi risiko kotoran dan debu menempel saat digunakan di jalan berpasir atau berlumpur. Detail kecil seperti ini menunjukkan bahwa Porter 125 memang diarahkan sebagai motor yang tidak sekadar gaya, tetapi juga fungsional.

Keunikan lain terlihat pada konfigurasi jok split. Bagian belakang jok dirancang sebagai area tatakan barang, cocok untuk membawa tas, perlengkapan camping, atau barang kebutuhan harian. Selain itu, terdapat braket besi tambahan di rangka tengah yang bisa dimanfaatkan sebagai dudukan barang ekstra. Konsep ini sangat relevan bagi pengguna yang gemar touring ringan atau aktivitas luar ruang.

Di sektor kaki-kaki, Porter 125 mengandalkan pelek jari-jari berukuran 17 inci yang dibalut ban dengan pola kembangan semi dual purpose ukuran 80/90. Kombinasi ini cukup memadai untuk penggunaan jalan aspal maupun jalur tanah ringan. Secara visual, roda jari-jari juga semakin menguatkan karakter klasik yang diusungnya.

Dari sisi fitur, motor ini tergolong menarik di kelas harga Rp 20 jutaan. Panel instrumen sudah full digital yang menampilkan informasi kecepatan, indikator bahan bakar, serta data perjalanan lainnya secara ringkas. Tersedia pula port USB untuk pengisian daya gawai, lampu hazard untuk kondisi darurat, serta fitur cut-off engine yang menambah aspek keamanan.

Untuk urusan dapur pacu, Porter 125 dibekali mesin SOHC 119,9 cc berpendingin udara dengan transmisi empat percepatan. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 8,7 daya kuda pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 9 Nm pada 5.500 rpm. Spesifikasi ini cukup memadai untuk kebutuhan komuter harian maupun perjalanan santai ke luar kota.

Memang ada satu perbedaan teknis yang cukup mencolok dibandingkan CT125, yakni penggunaan rem tromol di roda belakang Porter 125, sementara CT125 sudah memakai cakram di kedua roda. Namun, dengan selisih harga yang sangat besar, banyak konsumen mungkin bisa memaklumi perbedaan tersebut, apalagi jika penggunaan motor lebih dominan di jalan perkotaan.

Berdasarkan informasi resmi dari distributor, yakni MForce Indonesia, harga WMoto Porter 125 pada Februari 2026 berada di angka Rp 23.500.000 OTR Jabodetabek. Jika dibandingkan dengan harga CT125 yang tembus Rp 82 jutaan, selisihnya mencapai sekitar Rp 59 juta. Artinya, Porter 125 bahkan tidak sampai sepertiga dari harga motor yang menjadi inspirasinya.

Dari sudut pandang konsumen rasional, Porter 125 bisa menjadi opsi menarik bagi mereka yang menginginkan tampilan klasik petualang tanpa harus menguras tabungan. Sementara itu, CT125 tetap unggul dalam hal reputasi merek, kualitas rancang bangun, serta nilai jual kembali yang biasanya lebih stabil.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika prioritas utama adalah brand premium dan detail teknis lebih lengkap, CT125 tentu punya daya tarik kuat. Namun, jika yang dicari adalah motor bergaya serupa dengan bujet lebih bersahabat, WMoto Porter 125 layak dipertimbangkan sebagai alternatif yang realistis di kelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nama Arsitek Perjanjian Oslo Terseret Dokumen Kasus Jeffrey Epstein
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wapres Gibran datangi tanah bergerak Semarang, imbau warga mengungsi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya: THR ASN Cair Awal Ramadan, Anggaran Rp55 Triliun
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Trump Ancam Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah, Tekan Iran Sepakati Negosiasi Nuklir
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kemensos Gandeng YLKI untuk Tindak Lanjut Aduan Kepesertaan PBI-JK yang Dinonaktifkan
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.