Zee Asadel Tantang Diri dengan Adegan Fighting Realistis di Film Terbaru

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Aktris muda Zee Asadel menandai babak baru dalam perjalanan kariernya dengan menjajal genre action untuk pertama kalinya melalui film Jangan Seperti Bapak. Dalam film garapan sutradara Daniel Tito Pakpahan tersebut, Zee dipercaya memerankan karakter Angel, sosok anak dari seorang ketua gangster yang terlibat dalam konflik keras penuh intrik dan emosi.

Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Zee. Selama ini, publik lebih mengenalnya lewat karakter remaja dan drama emosional, serta latar belakangnya sebagai mantan anggota JKT48. Namun di film ini, ia dituntut tampil berbeda, bukan hanya secara akting tetapi juga secara fisik.

“Iya, ini perdana banget aku melakukan adegan fighting,” ujar Zee di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Perempuan berusia 21 tahun itu mengaku antusias sekaligus gugup ketika pertama kali menerima tawaran peran Angel. Baginya, adegan laga bukan sekadar gerakan koreografi, melainkan memerlukan ketahanan tubuh, teknik, dan pemahaman ritme pertarungan agar terlihat meyakinkan di layar.

Zee menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat, namun dengan intensitas tinggi. Hampir satu bulan penuh ia menjalani latihan rutin untuk menguasai koreografi sekaligus teknik dasar pertarungan.

“Persiapannya memang enggak lama banget, tapi cukup intens. Hampir satu bulan aku latihan beberapa kali dalam seminggu supaya benar-benar hafal gerakan dan kuat secara fisik,” tuturnya.

Tidak hanya berlatih gerakan, Zee juga menjalani pembentukan fisik untuk menunjang kebutuhan peran. Latihan kardio, penguatan otot inti, hingga simulasi adegan perkelahian dilakukan agar tubuhnya terbiasa dengan tekanan saat proses syuting. Ia mengaku beberapa kali mengalami memar ringan, namun menganggapnya sebagai bagian dari proses pendalaman karakter.

Dalam film ini, Zee mendapatkan pelatihan langsung dari Max Metino, petarung sekaligus pelatih MMA yang juga turut berperan sebagai salah satu karakter di film tersebut. Max menilai Zee memiliki modal dasar yang cukup baik untuk mempelajari teknik bertarung.

“Zee itu cepat menangkap instruksi. Dia punya dasar dance, jadi koordinasi tubuhnya bagus. Badannya juga atletis dan punya power,” ujar Max.

Menurut Max, teknik yang dipelajari Zee tidak hanya sebatas koreografi film biasa. Pendekatan yang digunakan merujuk pada teknik pertarungan Mixed Martial Arts (MMA) yang realistis, mulai dari striking hingga teknik kuncian dasar. Hal ini dilakukan agar adegan laga dalam film terasa lebih autentik dan tidak berlebihan.

“Yang menarik, teknik yang dilakukan Angel itu bukan sekadar koreo. Ada unsur teknik nyata yang biasa dipakai petarung MMA. Jadi ketika penonton melihatnya, ada rasa real yang berbeda,” jelas Max.

Pendekatan realistis ini juga menjadi ciri khas film tersebut. Sutradara Daniel Tito Pakpahan disebut ingin menghadirkan aksi yang membumi dan tidak terlalu dramatis secara berlebihan. Ia ingin konflik fisik yang terjadi di layar terasa dekat dengan kenyataan, sekaligus tetap mendukung alur cerita yang sarat isu sosial.

Selain adegan laga, film ini juga mengangkat tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat, seperti fenomena judi online, kekerasan jalanan, dan dinamika keluarga dalam lingkaran premanisme. Karakter Angel digambarkan berada di persimpangan antara loyalitas keluarga dan keinginan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Zee mengaku tertarik pada kedalaman cerita tersebut. Menurutnya, film ini bukan hanya soal aksi, tetapi juga perjalanan emosional seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan keras dan penuh tekanan.

“Angel itu bukan cuma berantem. Dia punya konflik batin, punya luka, dan harus menghadapi pilihan-pilihan sulit,” katanya.

Film ini juga dibintangi sejumlah aktor lintas generasi, seperti Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Milen Cyrus, serta Justinus Lhaksana yang juga dikenal sebagai Coach Justin. Kehadiran para pemain dengan latar belakang beragam ini memperkaya dinamika cerita sekaligus memperluas daya tarik film bagi berbagai segmen penonton.

Bagi Zee, bekerja bersama para aktor senior menjadi pengalaman berharga. Ia mengaku banyak belajar, terutama dalam menjaga konsistensi emosi saat harus berpindah dari adegan dialog intens ke adegan laga yang menguras energi.

“Capeknya luar biasa, tapi seru banget. Aku jadi tahu ternyata main film action itu bukan cuma soal kuat, tapi juga soal timing dan chemistry sama lawan main,” ungkapnya.

Film Jangan Seperti Bapak dijadwalkan tayang mulai 12 Februari mendatang. Dengan kombinasi drama keluarga, kritik sosial, dan aksi realistis, film ini diharapkan mampu menawarkan warna baru dalam perfilman action Indonesia.

Debut Zee Asadel di genre laga pun menjadi salah satu daya tarik utama. Transformasinya dari idol dan aktris remaja ke karakter perempuan tangguh di dunia gangster menunjukkan langkah berani dalam eksplorasi kariernya. Bagi penonton yang penasaran melihat sisi berbeda dari Zee, film ini menjadi momen pembuktian bahwa ia siap keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih ekstrem di layar lebar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Ramadan 2026, Polda Metro Jaya Kerahkan 10.000 Personel Gabungan Jaga Jakarta
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 6 Kilometer ke Arah Tenggara
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Rupiah di Rp16.800-an, Ini Sikap Bank Indonesia
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bukan Kayak Bantar Gebang, Begini Tempat Pembuangan Sampah di IKN
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menaker Yassierli Sebut Bergabungnya FSPPI ke KSPSI Jumhur Perkuat Suara Buruh
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.